Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Tiongkok Berhasil Mengkloning 'Sapi Super'

📅 Selasa, 07 Feb 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Ilmuwan Tiongkok Berhasil Mengkloning 'Sapi Super' Doc: ISTIMEWA
Ket. “Sapi super” ini mampu menghasilkan 18.000 liter susu per tahun.

BEIJING - Ilmuwan Tiongkok baru-baru ini dilaporkan berhasil mengkloning tiga "sapi super" yang mampu menghasilkan 18.000 liter susu per tahun dan lebih dari 100.000 liter susu dalam hidup mereka. Hal ini menjadi suatu prestasi yang dapat membantu mengurangi ketergantungan Tiongkok pada sapi perah impor.

Menurut seorang ahli yang terlibat dalam percobaan, susu yang dihasilkan tidak berbeda dengan yang dihasilkan oleh klon asli. "Setelah anak hasil kloning mencapai usia dua tahun, mereka dapat mulai memproduksi susu untuk pasar," tambahnya seperti dikutip dari The Straits Times, Senin (6/2).

Untuk mengkloning hewan tersebut, para ilmuwan dari Northwest University of Agricultural and Forestry Science and Technology mengambil sel somatik dari telinga sapi Belanda Holstein Frisian yang sangat produktif dan menempatkannya pada sapi pengganti.

Teknik, yang dikenal sebagai transfer nuklir sel somatik, sama dengan yang digunakan untuk menciptakan Domba Dolly pada tahun 1996, mamalia hasil kloning pertama di dunia.

Ketiga anak sapi itu lahir di Kota Lingwu, daerah otonom Ningxia Hui. Anak sapi pertama lahir pada 30 Desember melalui operasi caesar. Beratnya 56,7 kilogram dan memiliki bentuk dan pola yang sama dengan sapi yang dikloning.

Setelah dewasa, klon tersebut diharapkan dapat menghasilkan 18.000 liter susu per tahun. Menurut data dari Departemen Pertanian AS, sebagai perbandingan, rata-rata sapi di Amerika Serikat menghasilkan sekitar 12.000 liter susu setiap tahunnya.

Melestarikan SusuTerbaik

Ilmuwan utama proyek tersebut, Jin Yaping, mengatakan bahwa kloning "sapi super" akan memungkinkan Tiongkok untuk melestarikan keturunan susu terbaiknya dan menghindari risiko biosekuriti yang ditimbulkan dengan mengimpor sapi hidup dari negara lain. Tiongkok saat ini mengimpor sekitar 70 persen sapi perahnya.

"Kami berencana memelihara 1.000 ekor sapi super dalam dua hingga tiga tahun. Ini akan memberikan dukungan utama dalam menciptakan sapi jantan dan sapi perah kita sendiri sehingga mengurangi ketergantungan Tiongkok pada impor sapi," katanya.

Setelah berita tentang sapi hasil kloning tersiar, banyak netizen yang bertanya-tanya apakah aman untuk meminum susunya. Pada tahun 2008, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) mengatakan daging dan susu dari klon sama amannya dengan hewan yang dibiakkan secara konvensional.

Wang Bingke, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam kloning sapi, mengatakan bahwa susunya sama dengan yang dihasilkan oleh sapi asli.

"Tidak ada penyuntingan gen dalam prosesnya sehingga sapi hasil kloning sama seperti hewan aslinya, dan nilai gizi susunya sama," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah membuat kemajuan besar dalam kloning hewan. Prestasi penting termasuk monyet hasil kloning pertama di dunia pada tahun 2017 dan serigala Arktik hasil kloning pertama di dunia pada tahun 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.