Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Timor Leste untuk Pertama Kali Berpartisipasi di Pertemuan ASEAN

📅 Sabtu, 04 Feb 2023, 08:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Timor Leste untuk Pertama Kali Berpartisipasi di Pertemuan ASEAN Doc: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Ket. Menlu RI Retno Marsudi (kanan) menyambut kedatangan Menlu Timor Leste Adaljiza Magno (kiri) di lokasi pertemuan ASEAN Coordinating Council (ACC) dan ASEAN Minister Meeting (AMM) di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat (3/2/2023).

JAKARTA - Indonesia menyambut perwakilan Timor Leste, yang untuk pertama kalinya hadir dalam pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sejak Dilitahun lalu disetujui untuk bergabung dengan organisasi regional itu.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyambut Menteri Luar Negeri Timor Leste Adaljiza Magno dalam pertemuan Dewan Koordinasi ASEAN (ASEAN Coordinating Council/ACC) di Jakarta, Jumat (3/2).

"Saya ingin mengingatkan bahwa para pemimpin ASEAN di Phnom Penh November lalu secara prinsip setuju untuk menerima Timor Leste menjadi anggota ke-11 ASEAN dan diizinkan mengikuti pertemuan-pertemuan ASEAN, termasuk ACC," kata Retno di hadapan para menteri luar negeri ASEAN.

Pada partisipasi perdananya, Timor Leste hadir dalam kapasitas sebagai pemantau (observer). ACC masih perlu membahas tahapan lanjutan keanggotaan penuh Timor Leste di ASEAN.

Retno yakin partisipasi Timor Leste di ASEAN dapat berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran di kawasan.

Sementara itu, MenluMagno mengatakan bergabung dengan keluarga besar ASEAN merupakan momen sangat penting dalam sejarah Timor Leste.

Magno menyatakan bahwa Timor Leste mendukung ASEAN sebagai pusat pertumbuhan di kawasan, aspek yang juga menjadi tema keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini.

"Kami sangat bersyukur bisa berpartisipasi sebagai pemantau dalam pertemuan ACC ini, dan kami menantikan panduan yang jelas yang dapat membimbing kami ke tahap selanjutnya seperti yang dimandatkan para pemimpin ASEAN di Phnom Penh, November lalu," ujar Magno.

Keanggotaan ASEAN, lanjut Magno, menjadi penting sebab Timor Leste menyadari tidak ada satu negara pun yang terbebas dari masalah dan dinamika yang terjadi kawasan.

"Presiden kami menyatakan bahwa kita tidak akan pernah terbebas dari masalah yang ada di kawasan. Kita sudah pernah mengalami masa-masa paling sulit sehingga kita sekarang harus memanfaatkan dan mendapatkan keuntungan dari kawasan," ucap dia.

ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, dan saat ini beranggotakan 10 negara, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

16 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

22 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

Deflasi Juli Jadi Alarm Sekaligus Peluang bagi Stabilitas Ekonomi

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.