Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknologi Baru yang Dapat Redakan Nyeri Menstruasi

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 06:43 WIB | Oleh:

Untuk mencoba memberi dirinya sedikit kenyamanan, Rebecca berkata dahulu dia biasa membawa sebotol air panas ke mana-mana. Perempuan berusia 28 tahun itu bahkan melakukannya saat keluar malam, yang dia bilang membuatnya mendapatkan "beberapa lirikan heran".

Namun sejak bulan September, Rebecca telah mengganti botol air panas dengan produk teknologi lainnya yang telah dirancang untuk meredakan nyeri mens.

Disebut Myoovi, ini adalah mesin tens berukuran kecil dan nirkabel yang ditempelkan pengguna ke kulitnya, bisa di bawah pusar atau punggung bagian bawah.

Unit sentral berbentuk cakram dengan diameter sekitar 8 sentimeter memuat sebuah bantalan gel tens, baterai yang dapat diisi daya dengan USB, dan tombol kontrol. Ini diselipkan ke dalam strip kain berbentuk seperti sayap kupu-kupu yang dapat diganti dan, seperti plaster raksasa, lengket di satu sisinya, dan disebut dapat digunakan 20 hingga 30 kali sampai harus diganti.

"Tens ini sensasinya memang aneh," kata Rebecca. "Ini sulit untuk dijelaskan. Pada pengaturan yang lebih tinggi getaran bisa jadi terlalu kuat, namun itu ampuh untuk meredakan rasa sakit saya," imbuh dia.

"Buat saya efek meredakanya nyerinya langsung terasa. Itu tidak sepenuhnya menghilangkan rasa sakit menusuk-nusuk akibat endometriosis yang saya rasakan, tapi itu menguranginya. Saya mendapati kelegaan terbesar yang saya dapatkan adalah dari rasa sakit kram terus-menerus yang biasanya saya alami."

Myoovi diluncurkan pada Oktober 2021, dengan harga mulai dari 60 pundsterling (1,1 juta rupiah). Untuk harga itu, Anda mendapatkan satu cakram, dan dua strip lengket.

Produk ini dibuat oleh perusahaan perintis yang berbasis di Manchester dengan nama yang sama. Kepala eksekutifnya, Dr Adam Hamdi, mencetuskan ide tersebut setelah menyaksikan efektivitas mesin tens secara langsung saat bekerja untuk Layanan Kesehatan Inggris (NHS)

Dia ingin membuat versi yang portabel dan tidak mencolok serta tanpa kabel, sehingga perempuan dengan nyeri menstruasi, endometriosis, atau kondisi lain yang disebut sindrom ovarium polikistik, dapat menggunakannya di mana saja.

Dr Karen Morton, seorang dokter kandungan dan ginekologi, dan pendiri saluran bantuan medis Dr Morton, menjelaskan cara kerja mesin tens.

"Mereka menggunakan 'teori gerbang nyeri' (gating theory of pain) - dengan memberikan stimulus ke sumsum tulang belakang di atas tempat rasa sakit berasal, mereka memblokir rute rasa sakit agar tidak sampai ke otak Anda," katanya. "Panas bisa melakukan hal yang sama."

Namun, dia menekankan bahwa setiap perempuan yang menderita nyeri menstruasi atau rasa sakit ginekologis lainnya harus terlebih dahulu menyelidiki masalah ini secara medis.

Dr Steve Allder adalah seorang konsultan ahli saraf - seorang dokter yang mendiagnosis dan mengobati penyakit otak, sumsum tulang belakang, dan sistem saraf yang lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.