Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jepang Jual Hidangan Daging Paus Lewat Vending Machine

📅 Rabu, 01 Feb 2023, 09:40 WIB | Oleh:
Jepang Jual Hidangan Daging Paus Lewat Vending Machine Doc: AP/Ha Kwyeon
Ket. Konomu Kubo, juru bicara Kyodo Senpaku menjelaskan bagaimana daging paus dijual dari mesin penjual otomatis.

Operator perburuan paus Jepang, Kyodo Senpaku, berupaya meningkatkan penjualan dengan menjajakan daging paus melalui mesin penjual otomatis atau vending machine.

Kyodo Senpaku membuka gerai yang disebutnya sebagai Toko Kujira, yang berarti Paus dalam bahasa Jepang.

Tiga vending machine paus telah dibuka di kota pelabuhan Yokohama dekat Tokyo, yang masing-masing menjual sashimi paus, bacon paus, kulit paus, dan steak paus, serta daging paus kalengan. Adapun harga hidangan paus itu berkisar dari 1.000 yen hingga 3.000 yen.

Toko Kujira menjadi terobosan Kyodo Senpaku setelah selama bertahun-tahun berjuang untuk mempromosikan produk pausnya di tengah protes.

Melansir The Associated Press, daging ikan paus telah lama menjadi sumber kontroversi di Negeri Sakura itu. Konservasionis mengatakan mereka khawatir langkah itu bisa menjadi langkah menuju perburuan paus yang diperluas.

"Masalahnya bukan pada mesin penjual otomatis itu sendiri, tetapi apa yang mungkin ditimbulkannya," kata Nanami Kurasawa, kepala Jaringan Aksi Iruka & Kujira yang dalam bahasa Indonesia berarti Lumba-lumba dan Paus.

Daging paus sendiri telah menjadi sumber protein yang terjangkau yang dikonsumsi selama negara itu dilanda kekurangan gizi setelah Perang Dunia II. Konsumsi daging paus tahunan Jepang mencapai puncaknya pada 1962 dengan 233.000 ton.

"Menurutku tidak baik membunuh paus tanpa arti. Tapi daging ikan paus adalah bagian dari budaya makanan Jepang dan kita bisa menghormati kehidupan ikan paus dengan menghargai dagingnya," kata Kashiwabara seorang pelanggan berusia 61 tahun.

Kyodo Senpaku sendiri berharap dapat menyiapkan mesin penjual otomatis di 100 lokasi di seluruh Jepang dalam lima tahun kedepan.

Idenya adalah untuk membuka mesin penjual otomatis di dekat supermarket, di mana daging ikan paus biasanya tidak tersedia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan permintaan untuk mendukung kelangsungan hidup industri.

AP melaporkan jaringan supermarket sebagian besar memilih tidak menjual daging ikan paus untuk menghindari protes oleh kelompok anti perburuan paus.

"Akibatnya, banyak konsumen yang ingin memakannya tidak bisa menemukan atau membeli daging ikan paus. Kami meluncurkan mesin penjual otomatis di toko tak berawak untuk orang-orang itu," kata juru bicara Kyodo Senpaku, Konomu Kubo.

Protes anti perburuan paus sendiri telah mereda sejak Jepang menghentikan perburuan penelitiannya yang banyak dikritik di Antartika pada 2019 dan melanjutkan perburuan paus komersial di lepas pantai Jepang.

Di bawah perburuan paus komersial di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang, negara itu hanya berhasil menangkap 270 paus pada tahun lalu. Angka ini kurang dari 80 persen dari kuota dan lebih sedikit dari jumlah yang pernah diburu di Antartika dan Pasifik barat laut dalam program penelitiannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.