Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Erdogan Bilang Finlandia Bisa Gabung dengan NATO tanpa Swedia

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Erdogan Bilang Finlandia Bisa Gabung dengan NATO tanpa Swedia Doc: Japan Times/Presidential Press Office via Reuters
Ket. Presiden Turki Tayyip Erdogan saat berbicara dalam suatu acara di Bilecik, Turki.

ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu (29/1) mengatakan untuk pertama kalinya Ankara dapat menerima Finlandia ke dalam NATO tanpa Swedia.

Komentar Erdogan selama pertemuan televisi dengan pemilih muda keluar beberapa hari setelah Ankara menangguhkan pembicaraan aksesi NATO dengan kedua negara.

Keputusannya mengancam harapan NATO untuk memperluas blok itu menjadi 32 negara pada pertemuan puncak yang direncanakan pada Juli di ibu kota Lithuania, Vilnius.

Finlandia dan Swedia mengajukan diri untuk bergabung dengan aliansi pertahanan pimpinan AS sebagai respons atas invasi Rusia ke Ukraina.

Turki dan Hongaria menjadi satu-satunya anggota yang belum meratifikasi dua tawaran itu melalui pemungutan suara di parlemen.

Legislatif Hongaria diperkirakan akan menyetujui kedua tawaran tersebut pada Februari.

Tetapi Erdogan sedang berjuang untuk pemilihan umum 14 Mei yang diperebutkan dengan ketat di mana dia mencoba memberi energi pada basis dukungan konservatif dan nasionalisnya.

Keluhan utama Erdogan adalah penolakan Swedia mengekstradisi puluhan tersangka yang terkait dengan militan Kurdi dan upaya kudeta 2016 yang gagal.

Dia menarik perbedaan yang jelas antara posisi yang diambil Swedia dan Finlandia dalam beberapa bulan terakhir.

"Bila perlu, kami bisa memberikan tanggapan yang berbeda mengenai Finlandia.Swedia akan terkejut ketika kami memberikan tanggapan yang berbeda untuk Finlandia," kata Erdogan.

Dia juga mengulangi permintaannya agar Swedia menyerahkan tersangka yang sedang diburu Ankara.

"Jika Anda benar-benar ingin bergabung dengan NATO, Anda mesti mengembalikan para teroris ini kepada kami," kata Erdogan.

Swedia memiliki komunitas diaspora Kurdi yang lebih besar daripada Finlandia dan perselisihan yang lebih serius dengan Ankara.

Kedua negara ini berusaha mematahkan perlawanan Erdogan melalui pembicaraan rumit selama berbulan-bulan.Swedia menyetujui amandemen konstitusi yang memungkinkannya memberlakukan undang-undang anti-teror yang lebih keras yang diminta Ankara, dan kedua negara telah mencabut larangan penjualan militer ke Turki yang mereka terapkan setelah serangan militer 2019 ke Suriah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.