Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengetatan Sektor Keuangan Perburuk Fiskal Negara Berkembang

📅 Jumat, 27 Jan 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Demand" Mulai Naik

Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Wasiaturrahma, mengatakan walaupun prediksi PBB menurunkan proyeksi pertumbuhan global, namun Indonesia akan aman karena menerapkan keuangan ketat dan diuntungkan oleh kebangkitan Tiongkok yang telah mengakhiri kebijakan nol-Covid.

"Indikasi dari oil price sudah ke 90 dollar AS per barelnya. Itu tandanya demand dari Tiongkok mulai menanjak karena mengakhiri kebijakan nol-Covid, membuka ekonominya kembali," kata Wasiaturrahma.

Sedangkan pakar ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan prospek resesi di dunia memang ada, tetapi dampaknya ke Indonesia masih bisa dimitigasi asalkan ada kemandirian pangan dan energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.