Muncul di Serial The Last of Us, Mungkinkah Infeksi Jamur Ubah Manusia Jadi Zombie?
📅 Rabu, 25 Jan 2023, 16:29 WIB | Oleh: Suliana
Doc: Instagram
Teror jamur atau fungi tengah ramai diperbincangkan usai fenomena ini diangkat dalam serial post apocalyptic terbaru "The Last of Us".
Serial yang diadaptasi dari sebuah video game dengan judul yang sama, menceritakan 20 tahun setelah infeksi spesies jamur Cordyceps. Diceritakan, jamur tersebut ternyata merupakan spora beracun yang didalamnya terdapat sebuah virus yang mampu menginfeksi manusia dan membuat mereka berubah menjadi haus darah seperti zombie.
Tapi sebenarnya, sejauh apa kemungkinan infeksi ini?
David Hughes, seorang ahli entomologi yang membagikan penelitian jamurnya dengan pembuat video game "The Last of Us" menjelaskan bahwa infeksi jamur pada manusia dapat meningkat dan menyebar lebih cepat pada iklim yang lebih hangat. Faktanya, jamur memang sudah menimbulkan bahaya bagi banyak populasi dengan gangguan kekebalan atau penyakit autoimun.
"Jamur membunuh lebih banyak manusia daripada malaria," kata Hughes.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melansir The Washington Post, jamur mungkin tampak seperti gangguan kecil bagi manusia sehat pada umumnya. Padahal, jamur dapat menyerang serangga dan tanaman dengan cara yang mengerikan.
Tidak seperti tumbuhan yang memproduksi makanan mereka sendiri, jamur memperoleh energi dan nutrisi dengan memakan inang hidup, pembusukan bahan organik mati atau dengan hidup tanpa bahaya bagi organisme lain.
Sementara jamur Cordyceps yang menjadi bintang serial "The Last of Us" adalah genus jamur parasit yang tumbuh pada larva serangga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengutip situs WebMD, sebagian besar spesies Cordyceps adalah endoparasitoid, parasit terutama pada serangga dan artropoda lainnya. Ketika jamur Cordyceps menyerang inangnya, mereka akan mengganti jaringan sang inang dan menumbuhkan batang panjang dan ramping yang tumbuh di luar tubuh inang.
Walau dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, orang-orang pada umumnya tidak mengalami perjumpaan dengan jamur yang begitu gamblang.
Kebanyakan jamur tidak menginfeksi manusia karena tidak tahan terhadap suhu tubuh yang hangat atau sistem kekebalan tubuh kita.
Di antara 1,5 hingga 5 juta spesies jamur yang ada di dunia, hanya beberapa ratus di antaranya yang dapat membuat orang sakit. Kebanyakan kasus juga melibatkan orang dengan gangguan kekebalan atau autoimun yang tidak memiliki sistem kekebalan yang kuat untuk melawan infeksi jamur tersebut..
Tapi bagaimana jika jamur bisa beradaptasi dengan suhu yang lebih hangat dan menyebabkan lebih banyak masalah seperti yang mendasari The Last of Us?
Jamur sudah beradaptasi
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!