Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Korban Penipuan Wowon Menjadi 11 Orang

📅 Rabu, 25 Jan 2023, 05:15 WIB | Oleh:
Korban Penipuan Wowon Menjadi 11 Orang Doc: KORAN JAKARTA/ JOHN ABIMANYU
Ket. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya terkait perkembangan pembunuhan berantai.

JAKARTA - Polda Metro Jaya sudah memeriksa 14 saksi kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon, Dede, dan Solihin atau Duloh (63)."Kami akan menuntaskan penyelidikan dan penyidikan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, di Jakarta, Selasa (24/1).

Hengki mengatakan hasil pemeriksaan sementara ada 11 tenaga kerja wanita (TKW) yang menjadi korban penipuan sejumlah uang dari komplotan Wowon."Kemudian, uang tersebut digunakan ketiga tersangka," ujar Hengki.Menurut Hengki, pengirimannya ada dua jenis melalui rekening maupun jasa pengiriman uang tunai melalui pos.

"Kami melakukan pengecekan uang di rekening maupun di pengiriman uang tunai. Kami identifikasi jumlah TKW yang menjadi korban," tutur Hengki. Selain itu, kata Hengki, sudah mengantongi tiga korban tenaga kerja wanita (TKW) yang sudah kembali ke Indonesia. Sisanya sedang dicari. Petugas akan menghubungi keluarganya yang ada di Indonesia.

Menurutnya, pelaku Wowon ini berperan sebagai Aki Banyu, merupakan figur fiktif. Hengki menambahkan, Aki Banyu ini memerintahkan untuk melakukan pembunuhan terhadap para korban.

Dibongkar

Sementara itu, Polda Metro Jaya melakukan pembongkaran makam SF, salah seorang korban pelaku pembunuh berantai Wowon Erawan alias Aki, untuk keperluan autopsi. Wowon diketahui membunuh sembilan orang. Pembongkaran makam SF yang semasa hidupnya bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) berlangsung di Garut, Jawa Barat. "Pembongkaran untuk kepentingan autopsi," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Indriwienny Panjiyoga, Selasa (24/1).

Sebagai informasi, SF merupakan salah satu dari sembilan korban yang dibunuh komplotan Wowon. SF adalah TKW yang menjadi korban penipuan dengan modus penggandaan uang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan SF dibunuh karena menagih janji kepada tersangka soal penggandaan harta kekayaannya.

Saat itu, Wowon menyampaikan kepada SF bahwa uang tersebut harus diambil di Mataram, NTB. Selanjutnya, Trunoyudo menjelaskan, Wowon minta bantuan N (mertuanya) untuk mengantar SF ke Mataram guna mengambil uang tersebut. Namun, tak hanya diperintah untuk mengantar ke Mataram, N ternyata juga diperintah untuk menghabisi nyawa SF dengan cara mendorongnya ke laut saat perjalanan kapal menuju Mataram.

Kemudian, SF tewas dan jasadnya ditemukan warga mengambang di laut. Dia dimakamkan di kampung halamannya, Garut, Jawa Barat. Polisi masih terus mendalami pembunuhan berantai tersebut sebab dikhawatirkan masih ada korban yang belum berhasil diungkap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.