Bangka, Destinasi Penuh Kemeriahan saat Imlek
📅 Sabtu, 21 Jan 2023, 06:06 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Dengan populasi etnis Tionghoa yang cukup banyak Bangka bisa menjadi destinasi untuk melihat suasana Imlek. Tempat ini selain banyak berdiri bangunan klenteng bersejarah juga menawarkan kuliner khas yang wajib dicoba.
Salah tempat di Indonesia untuk melihat perayaan Imlek atau Tahun Baru Tiongkok adalah Bangka. Pulau ini memiliki etnis Tionghoa yang cukup banyak. Sebagai contoh jumlah penganut kepercayaan Konghucu di daerah Bangka Belitung mencapai 2,80 persen menurut Badan Pusat Statistik.
Yang unik, perayaan Imlek di Bangka memiliki istilah sendiri yang disebut dengan Kongian. Nama ini berasal dari bahasaHakka untuk Tahun Baru Imlek. Di Bangkamasyarakat Tionghoa menyebut dirinya Tong Ngin dan masyarakat Melayu yang disebut Fong Ngin.
Sama seperti di negeri leluhur, perayaan Kongian berlangsung hingga 15 hari dimulai dari Tahun Baru Imlek hingga Cap GoMeh. Baik Thong Ngin maupun Fong Ngin keduanya bersama-sama merayakan tahun baru dengan suka cita sebagai bentuk toleransi dengan mengundang tetangga untuk menikmati hidangan bersama.
Beberapa tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Tionghoa saat perayaan Kongian adalah bersih-bersih rumah sebelum Imlek. Kebiasaan ini dilakukan sebab, selama perayaan Tahun Baru Imlek, mereka dilarang bersih-bersih. Mereka percaya melakukannya saat Imlek kan membuang semua keberuntungan yang ada di rumah itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tradisi lainnya adalah mendekor rumah. Setelah bersih-bersih, masyarakat Tionghoa biasanya akan mendekor rumah mereka dengan pernak-pernik khas Imlek. Biasanya, dekorasi ini identik dengan warna merah, sesuai warna khas Imlek.
Kebiasaan selanjutnya adalah berkumpul bersama keluarga dan tampil serba merah. Berkumpul bersama keluarga dimaksudkan untuk mempererat tali persaudaraan. Pada momen ini biasa mereka kompak mengenakan busana bernuansa merah.
Tidak lupa mereka menyediakan kudapan khas Imlek. Sejumlah makanan khas imlek yang dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi yang menyantapnya. Masakan dimaksud adalah kue keranjang, telur, mi panjang, ikan bandeng, ayam atau bebek, kue tio dan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti daerah lain bagi-bagi angpao atau uang di dalam amplop menjadi salah satu tradisi Imlek di Bangka. Anggota keluarga yang sudah berkeluarga dan memiliki rezeki lebih akan memberi angpao kepada anak-anak dan sanak-saudara mereka.
Sembahyang untuk mendoakan leluhur merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Tionghoa di Bangka dalam perayaan Kongian. Sembahyang dilakukan di di rumah satu hari menjelang Imlek, dengan prasarana dupa dan lilin yang dinyalakan, serta menyajikan persembahan makanan.
Perayaan Kongian belum lengkap jika belum ada atraksi barongsai. Bagi masyarakat Tionghoa, tarian singa berwajah lucu ini merupakan lambang kebahagiaan terutama bagi anak-anak. Singa dipercaya membawa keberuntungan serta mengusir roh-roh jahat yang mengganggu.
Wisatawan yang ingin melihat perayaan Kongian bisa datang ke Kelenteng Kwan Tie Miaw, di Jl. Mayor Muhidin Nomor 1, Pasar Induk, Pangkalpinang. Kelenteng tertua di Pangkalpinang, setiap tahun selalu menjadi pusat kemeriahan perayaan tahun baru.
Menurut Antara sebelum perayaan Tahun Baru Imlek 2574 tahun ini warga etnis Tionghoa membersihkan altar dan sedikitnya 11 patung dewa-dewi di Klenteng Kwan Tie Miau Pangkalpinang, Bangka Belitung, Senin (16/1). Ketua Matakin Babel Hendri Gunawan mengatakan, pembersihan patung ini dilakukan untuk menghormati para dewa.
"Kami melakukan pembersihan arca-arca di kelenteng ini dengan tujuan untuk menyambut, tahun baru Imlek. Sesuai dengan kepercayaan kami bahwa setelah tanggal 24 bulan 12 itu dewa-dewa sudah naik ke atas, jadi kita baru memberanikan diri untuk membersihkan," kata Hendra Rabu (18/1).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!