Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhub Dorong Pengembangan Potensi Wisata Di Jalur Pansela

📅 Jumat, 20 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhub Dorong Pengembangan Potensi Wisata Di Jalur Pansela Doc: ISTIMEWA

CIANJUR - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekaf) dan pemerintah daerah untuk mengembangkan destinasi pariwisata pantai agar dapat menghidupkan jalur Pantai Selatan (Pensela) Jawa.

Pada hari ke dua peninjauan langsung jalur pantai selatan jawa yang dilakukan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Kementerian PUPR Akhmad Cahyadi, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi, dan Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Jumat (20/1), jalur ini memiliki sejumlah catatan.

Menurut Hendro, jalur Pantai Selatan di wilayah propinsi Jawa Barat dari Pelabuhan Ratu (Sukabumi) sampai Pangandaran yang memiliki 13 pantai indah yang sangat potensi untuk di kembangkan.

"Kita akan dorong Kemenparekraf dan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata yang ada, supaya masyarakat berminat melewati jalur ini. Nah ketika jalur Pansela Jawa ini ramai digunakan, secara otomatis akan menumbuhkan minat investasi dan pertumbuhan ekonomi. Karena pantai-pantai di jalur Pantai Selatan view nya sangat luar biasa indahnya," kata Hendro di Cianjur, Jumat (20/1).

Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I, KemenPUPR, Akhmad Cahyadi menambahkan jalur pantai selatan dari hingga Pangandaran panjangnya 416 kilometer dengan lebar jalan 7 meter. Dimana Kondisi jalan juga cukup baik, hanya ada di beberapa tempat kondisi jalannya sedikit rusak, namun sudah langsung diperbaiki, yaitu di wilayah Surade - Tegal Beleud, Kabupaten Sukabumi.

"Dari jalur pantai selatan ini juga memiliki akses ke Bandung dari pertigaan Cidaun. Melalui Ranca Bali, Soreang dengan panjang jalan nasional 84 kilometer," katanya.

Akhmad Cahyadi menambahkan, di jalur Pansela ini ada 9 jembatan sempit, yang secara bertahap pada tahun 2023 akan segera diperbaiki dengan anggaran APBN sebesar Rp 148 miliar. Dan juga sudah ada kontrak pembangunan jembatan lain dengan anggaran multiyear sampai tahun 2024 sebesar Rp 228 miliar.

"Jalur Pantai Selatan ini tidak semata-mata menawarkan jalur mudik tanpa kemacetan tapi juga mudik sambil wisata. Karena selain pantainya indah, sudah banyak tempat rekreasi dan kuliner dengan variasi makanan yang beragam," katanya.

Sementara itu Kakorlantas Polri Firman Shantyabudi mengingatkan masyarakat yang akan mudik melalui jalur pantai selatan Jawa untuk tetap waspada.

"Waspada, karena dari segi penerangan jalan dan perambuan masih sangat minimal sekali. Selain itu lebar jalan yang hanya 7 meter harus membuat kita waspada saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan," ujar Firman.

Bagi pengguna jalur pantai selatan Jawa ini tidak semata-mata menggunakan aspek kecepatan tapi lebih pada menikmati pemandangan yang indah dan destinasi wisata yang menarik.

"Karena jalan yang sempit, masyarakat diimbau tidak memarkir kendaraannya di badan jalan agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas," katanya.

Adapun untuk keamanan, tambah Firman, Polres atau Polsek setempat bisa rutin melakukan penjagaan dan patroli di tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan rawan kecelakaan dan kejahatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

13 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.