Hati-hati, 47 Negara Jadi Pasien IMF dan Antrean Masih Berlanjut
📅 Rabu, 18 Jan 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ANTARA/FAUZAN
» Tahun 2023 masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi Indonesia dan global.
» Penggunaan anggaran harus dibarengi dengan target yang jelas dan terukur.
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan kepala daerah dari seluruh penjuru Tanah Air kembali mengingatkan agar mereka tidak lengah karena sudah melalui tahun 2022 dengan baik. Presiden meminta aparat pemerintah daerah (pemda) tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi tantangan perekonomian global pada 2023 ini karena sudah banyak negara di dunia yang terancam bangkrut.
Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD) se-Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/1), mengatakan sudah 47 negara telah menjadi pasien Dana Moneter Internasional (IMF) dan masih banyak negara lainnya yang antre untuk mendapatkan bantuan lembaga keuangan multilateral itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Guncangan ekonomi karena pandemi, karena perang, sudah menyebabkan 47 negara masuk menjadi pasien IMF. Kita ingat tahun 1997-1998 Indonesia sempat menjadi pasien IMF, ambruk ekonomi dan politik. Sekarang ada 47 negara dan yang lain masih antre di depan pintu IMF," kata Jokowi.
Ekonomi Indonesia saat ini, papar Kepala Negara, berada pada kondisi yang sangat baik dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 berkisar 5,2-5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Meski meraih pencapaian yang baik tahun lalu, Presiden mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati. Tahun 2023 masih menjadi tahun ujian bagi ekonomi Indonesia dan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Hati-hati semua, harus hati-hati, harus kerja keras semuanya, deteksi informasi di lapangan sehingga jangan sampai keliru membuat kebijakan sekecil apa pun," kata Jokowi.
Presiden pun meminta jajaran kementerian dan lembaga nonkementerian serta pemda untuk memiliki frekuensi yang sama dalam menghadapi situasi ekonomi. Setiap kebijakan yang dibuat, kata Presiden, harus berbasiskan pada data dan fakta di lapangan.
Berdasarkan penyampaian dari Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, sepertiga ekonomi dunia pada 2023, kata Jokowi, akan mengalami resesi.
"Negara yang tidak terkena resesi, ratusan juta penduduknya merasakan seperti sedang resesi, hati-hati," kata Kepala Negara.
Dari laporan IMF itu, kalau sepertiga ekonomi dunia diprediksi akan mengalami resesi berarti sekitar 70 negara.
"Situasi global masih tak mudah dan sekarang yang jadi momok semua negara adalah inflasi. Ini momok semua negara dan patut juga kita syukuri inflasi kita di angka 5,5 persen. Ini patut disyukuri berkat kerja keras semuanya," kata Presiden.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!