Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati, 47 Negara Jadi Pasien IMF dan Antrean Masih Berlanjut

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Target Tidak Jelas

Pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, yang diminta pendapatnya mengatakan resep agar Indonesia terhindar menjadi pasien IMF sebenarnya sangat mudah, namun sulit dimplementasikan dalam praktik keseharian.

Resepnya, kata Esther, hanya perlu melakukan efisiensi anggaran negara, lalu mengalokasikan anggaran yang tepat guna serta generate income dari pos lain selain pajak dan cukai.

"Kenapa sulit karena alokasi penggunaan anggaran yang efisien belum menjadi kultur kita," tegas Esther.

Penggunaan anggaran berdasarkan penyerapan anggaran, jelasnya, akan menstimulasi pengguna anggaran untuk menghabiskan anggaran itu tanpa target yang jelas. Padahal, penggunaan anggaran seharusnya lebih efisien dan hemat dibarengi target yang jelas dan harus dicapai.

Dihubungi terpisah, Pakar Ekonomi dari Universitas Brawijaya, Malang, Munawar Ismail, mengatakan belanja negara harus disalurkan ke sektor yang lebih produktif untuk mengimbangi kondisi perekonomian global yang masih lemah.

"Dana yang ada harus digunakan seproduktif mungkin supaya ekonomi tetap berputar. Ini yang akan menjaga pertumbuhan. Hal yang harus didahulukan adalah bagaimana menyelamatkan pertumbuhan dan lapangan kerja," kata Munawar.

APBN harus digunakan untuk proyek infrastruktur padat karya yang menggunakan tenaga lokal, termasuk untuk mendorong sektor pertanian. Selain itu, perlu upaya optimal menghemat devisa, dengan semakin membatasi impor komoditas pertanian yang bisa dihasilkan sendiri.

"Lebih baik anggarannya untuk memajukan pertanian dan petani kita sendiri. Dampaknya kita bisa mandiri pangan dan ekonomi desa berputar. Ini akan menguatkan ekonomi nasional," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.