Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gempa Magnitudo 7,1 di Laut Maluku Tidak Berpotensi Tsunami

📅 Rabu, 18 Jan 2023, 15:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa Magnitudo 7,1 di Laut Maluku Tidak Berpotensi Tsunami Doc: ANTARA/HO-BMKG
Ket. Episentrum gempa magnitudo 7,0 di Laut Maluku, Rabu (18/1/2023).

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan kekuatan magnitudo 7,1 di Laut Maluku pada Rabu siang, tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, mengatakan, guncangan gempa dengan update magnitudo7,0 dirasakan maksimal IV MMIdi Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

"Gempa berpusat di Laut Maluku Mag 7,0 (update) kedalaman 71 km. Guncangan maksimal IV MMI di Melonguane Kepulauan Talaud. Tidak ada proposal potensi tsunami," kata Daryono.

Gempa terjadi pukul 13:06:14 WIB, dengan lokasi 2.80 Lintang Utara,127.11 Bujur Timur, 141 km Tenggara Melonguane.

Gempa juga dirasakan di Kota Gorontalo pada skala II MMIyaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Di Minahasa, Manado, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Bitung, Tomohon, Ternate, Sofifi, Halmahera Timur, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Utara guncangan dirasakan pada skala III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Guncangan juga dirasakan di Talaud, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaropada skala III-IV dimanapada skala IV, pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.