Beban TPST Bantargebang Makin Berat, Didominasi Sampah Plastik Konvensional
📅 Rabu, 18 Jan 2023, 19:16 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoNamun, sekarang berkembang pemikiran dan gaya hidup baru demi keberlangsungan lingkungan hidup dan kesehatan manusia ialah plastik mudah terurai. Butuh solusi progresif karena sampah plastik sudah menjadi permasalahan nasional dan global. Aktivis dan lembaga lingkungan, pemerintah, asosiasi, sebagian masyarakat, mulai beralih pada desain dan produk plastik mudah terurai secara alami. Ada yang bilang plastik biodegradable dan compostable.
Plastik mudah terurai tersebut guna mempercepat siklus urai. Bisa beberapa bulan, bisa setahun atau dua atau dua tahun. Jadi proses urai dan hasilnya akhir butuh pengujian laboratorium dan sangat ilmiah. Karena ujungnya harus compostable. Bioplastic yang berbahan tumbuhan dan hewan prosesnya cukup cepat, mungkin hanya 3 bulanan. Sedang plastik Oxo-biodegrable bisa 2-5 tahunan. Pengujiannya pun secara ilmiah dan hasil akhirnya ramah lingkungan atau return to earth.
"Dalam diskusi dapat ditafsirkan, kita ke depan masih butuh plastik konvensional yang dicintai pendukung daur ulang sebab infrastruktur dan teknologinya berkembang dan mapan. Juga, ada pendukung oxo-biodegrable, dan bioplastic yang biodegradable) dan compostable," kata Bagong.
Menurut Asosiasi Gerakan Pasti (Plastik Akal Sehat Untuk Indonesia, 2022) plastik oxo-biodegradable dapat terurai daalm 2-5 tahun karena terkandung aditif pengurai plastik yang terbuat dari mineral alami, tanpa logam berat. Aditif tersebut berfungsi untuk mempercepat penguraian molekul dan kimia plastik sehingga membantu menyelesaikan akumulasi besar limbah plastik. Produknya sudah digunakan masyarakat, seperti tas belanja, kantong sampah, produk kemasan makanan dan kemasan non-makanan sekali pakai, gelas, peralatan (sendok, garpu, sedotan), polybag, dan banyak lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masing-masing sudah ada prosi dan pangsa pasarnya. Mereka berjalan apa adanya, seperti pasar bebas dan mestinya bisa berkolaborasi dan bersinergi. Maka menjadi penting untuk membangun komunikasi dan networking yang lebih smart dan cool.
Dalam hal ini, pemerintah harus mengakomodasi berbagai kepentingan tersebut dalam kerangka peraturan hukum, dalam framework Standar Nasional Indonesia (SNI). Sehingga ada kepastian hukum bagi semua. Bagi pemerintah, khususnya Kemenperin sebenarnya dapat menerima semuanya yang penting dapat berjalan bersama-bersama.
Selain upaya untuk mendorong produk plastik mudah terurai, juga diperlukan solusi upaya-upaya pengurangan penggunaan plastik. Pun, pemerintah harus membuat peraturan pemerintah (PP) tentang Extended Producer Responsibility (EPR). Agar para produsen kemasan plastik bertanggungjawab penuh terhadap sampahnya. Prinsipnya dalam UU No. 18/2008, UU No. 32/2099 bahwa, pencemar membayar (pay principles).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!