Menanti Data Neraca Perdagangan
📅 Senin, 16 Jan 2023, 06:07 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan penguatannya pada awal pekan ini. Peluang penguatan makin terbuka jika rilis data neraca perdagangan nasional sesuai ekspektasi pelaku pasar, yakni surplus 4-5 miliar dollar AS.
Analis DCFX Futures, Lukman Leong, memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (16/1), bergerak di kisaran 15.500-15.200 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan menguat.
Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (13/1) sore, ditutup menguat tajam, masih ditopang oleh revisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) oleh pemerintah. Rupiah ditutup menguat 190 poin atau 1,24 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.149 rupiah per dollar AS.
"Pendorong utama rupiah adalah revisi PP Nomor 1 Tahun 2019 tentang DHE. Pasar menyambut positif revisi ini yang diharapkan akan dapat meningkatkan cadangan devisa kita secara optimal," Lukman Leong di Jakarta.
Lukman menyampaikan walau mencetak rekor surplus neraca perdagangan terbesar sepanjang sejarah, namun cadangan devisa Indonesia masih tidak meningkat signifikan yang disebabkan banyaknya devisa yang diparkir di luar negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu penopang rupiah lainnya yaitu inflasi AS pada Desember 2022 melambat menjadi 6,5 persen (yoy) dari bulan sebelumnya 7,1 persen (yoy). Perlambatan itu sesuai dengan ekspektasi pasar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!