PM Malaysia: Ada Hikmah yang Diperoleh saat Berada di Penjara
📅 Rabu, 11 Jan 2023, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/SIGID KURNIAWAN
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan ada hikmah yang diperoleh dari semua yang dialaminya dalam berpolitik, termasuk saat di penjara. Namun, penderitaan yang dia alami, termasuk selama berada di dalam penjara, tidak sebanding dengan penderitaan rakyat Malaysia.
"Saya malu untuk menuliskan derita saya, karena kecil ketimbang derita yang dirasakan oleh mayoritas rakyat," kata Anwar Ibrahim dalam satu acara di Jakarta, Senin (9/1).
Pengalaman berada di penjara makin membuatnya dewasa. Anwar mengaku dengan mendekam di penjara menjadi lebih mengerti apa arti bebas dan demokratis. Tahu arti dan bisa memetik pengalaman hidup dalam kungkungan.
Seperti dikutip dari Antara, Anwar menuturkan sebagai seseorang yang pernah tersisih, dia menjadi paham apa arti keadilan sosial.
Bantu Lewati Masa Sulit
Sebaiknya Anda baca juga:
PM Anwar menyebut banyak rekannya di Indonesia telah membantunya melewati masa-masa sulit dalam berpolitik. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan orang-orang di Indonesia yang selalu bersedia membantunya. "Saya tidak pernah merasa terasing di Indonesia," ucap PM Malaysia itu.
Pada kesempatan itu, Anwar menceritakan Ibunya adalah seorang penggemar karya-karya besar sastra Indonesia, seperti karya dari Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane, dan Buya Hamka, yang tidak hanya dibaca oleh sang Ibu, namun juga dipahami.
"Indonesia telah melahirkan tokoh-tokoh besar yang tak dapat tertandingi dari berbagai tren, seperti Soekarno, Hatta, Muhammad Natsir, dan Sultan Sjahrir. Mereka adalah tokoh-tokoh hebat dalam generasi awal." katanya menambahkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kunjungan PM Anwar Ibrahim ke Indonesia merupakan kunjungan resmi pertama ke luar negeri setelah ia dilantik sebagai PM Malaysia pada 24 November 2022.
Secara terpisah, PM Anwar menyebut kunjungannya ke Indonesia ini bukan sebagai perjalanan diplomatik biasa, melainkan mengandung rasa sentimentil.
"Ini bukan hubungan diplomatik biasa. Saya agak sentimentil sedikit dan Bapak Presiden tahu bahwa Indonesia adalah tempat khusus di hati sanubari saya. Saya belajar, saya berpengalaman, menimba banyak ilmu," kata Anwar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!