PM Anwar Ibrahim Desak Trump Bebaskan Maduro dan Istri
📅 Minggu, 04 Jan 2026, 16:13 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
PUTRA JAYA - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim pada Minggu (4/1) mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro 'tanpa penundaan'.
Dari Al Jazeera, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengutuk AS atas operasi militer di Venezuela, menyebutnya sebagai "pelanggaran hukum internasional".
“Pemimpin Venezuela dan istrinya ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat yang berskala dan bersifat luar biasa,” tulisnya di X. “Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat.”
Ibrahim menuntut agar Maduro dan istrinya “harus dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya”.
Ia memperingatkan bahwa “penggulingan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menciptakan preseden berbahaya” dan “mengikis batasan mendasar atas penggunaan kekuasaan antar negara”.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Rakyat Venezuela sendirilah yang menentukan masa depan politik mereka,” tulisnya.
Anwar menambahkan, Malaysia menganggap penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan sebagai hal terpenting dalam hubungan damai antar negara. Keterlibatan konstruktif, dialog, dan de-eskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel menuju hasil yang melindungi warga sipil dan memungkinkan warga Venezuela untuk mengejar aspirasi sah mereka tanpa membahayakan mereka lebih lanjut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!