Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ciri-ciri Orang yang Suka Mencuri Pasangan Teman

📅 Senin, 09 Jan 2023, 11:55 WIB | Oleh:
Ciri-ciri Orang yang Suka Mencuri Pasangan Teman Doc: Freepik
Ket. Ilustrasi.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Sex Research, menemukan bahwa seseorang dengan karakteristik tertentu berpeluang mencuri atau merebut pasanganmu dengan menggodanya.

Meneliti 187 pasangan heteroseksual baik yang menikah, hidup bersama, atau berkencan di Kroasia, para peneliti menilai kepribadian dan pengalaman perburuan mereka sendiri.

Sebagai informasi, perburuan didefinisikan sebagai "perilaku yang dimaksudkan untuk menarik seseorang yang sudah menjalin hubungan romantis."

Para peneliti kemudian mengevaluasi setiap orang berdasarkan ciri-ciri kepribadian yang disebut sebagai Big Five dan Dark Triad. Big Five mencakup ekstraversi, keramahan, kesadaran, neurotisme, dan keterbukaan terhadap pengalaman baru. Sementara Dark Triad meliputi meliputi narsisme, psikopati, dan machiavellianisme.

Hasilnya, ada perbedaan antara karakter wanita dan pria yang suka memburu atau merebut pasangan, entah itu pacar atau suami-istri kerabatnya.

Melansir The best Life, studi menemukan bahwa pria dengan tingkat kehati-hatian yang rendah dan tingkat machiavellianisme yang tinggi kemungkinan besar akan mencoba memburu pasangan seseorang.

Sydney Anglo dalam bukunya yang bertajuk Machiavelli - The First Century: Studies in Enthusiasm, Hostility, and Irrelevance (2005) mengartikan kepribadian machiavellianism dalam psikologi sebagai kepribadian yang fokus pada kepentingannya sendiri sehingga mereka akan melakukan segala cara untuk mewujudkan tujuan mereka.

Sementara Frontiers in Psychology menuturkan seseorang dengan karakter machiavellianisme ditandai dengan manipulasi interpersonal, penipuan, sinisme, dan kurangnya moralitas.

Mereka juga diyakini memiliki psikopati, yakni penyakit jiwa yang dicirikan oleh tindakan yang bersifat egosentris dan antisosial. Psikopati didefinisikan sebagai kekurangan respons emosional, kurangnya empati, dan kontrol perilaku yang buruk.

"Psikopati dan Machiavellianisme yang lebih tinggi, terutama pada pria, terbukti menjadi prediktor paling penting dari pengalaman berburu pada pria dan wanita," kata para peneliti.

Sebaliknya, para wanita yang paling berhasil dalam perburuan liar menunjukkan ekstraversi, keterbukaan, dan psikopati yang tinggi.

Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa kerentanan seorang wanita terhadap perburuan ada hubungannya dengan kepribadiannya dan pasangannya.

Wanita dengan pasangan yang memiliki tingkat persetujuan yang rendah dan neurotisisme yang tinggi lebih mungkin untuk diburu.

Kepribadian neurotik atau neurotisisme sendiri merujuk pada seseorang yang memiliki kecenderungan terhadap emosi negatif, seperti kemarahan, kecemasan, dan keraguan diri atau insecurity yang tidak stabil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.