Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Topan Kalmaegi Tewaskan 60 Orang di Filipina, Puluhan Masih Hilang

📅 Rabu, 05 Nov 2025, 16:42 WIB | Oleh:
Topan Kalmaegi Tewaskan 60 Orang di Filipina, Puluhan Masih Hilang Doc: Antara

JAKARTA - Sedikitnya 60 orang meninggal dunia dan 20 lainnya dilaporkan hilang setelah Topan Kalmaegi melanda wilayah tengah Filipina. Bencana tersebut memaksa ratusan ribu warga mengungsi akibat banjir besar serta kerusakan parah yang ditimbulkannya. Menurut laporan The Associated Press pada Rabu (5/11), Pulau Cebu menjadi kawasan yang paling terdampak, dengan 40 korban jiwa dilaporkan dari daerah tersebut.

Selain itu, enam personel militer dilaporkan tewas di Pulau Mindanao setelah helikopter yang mereka tumpangi jatuh sesaat setelah lepas landas. Helikopter itu sebelumnya dijadwalkan untuk meninjau lokasi terdampak bencana. Militer Filipina menyatakan bahwa penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

Topan Kalmaegi, yang secara lokal disebut Tino, mulai menerjang Filipina sejak Senin (3/10) malam waktu setempat. Badan Meteorologi Filipina (PAGASA) melaporkan bahwa topan ini bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 25 kilometer per jam pada Selasa pagi. Kecepatan angin maksimum mencapai 130 kilometer per jam, disertai hujan deras yang menyebabkan meluapnya sejumlah sungai di wilayah tengah dan selatan negara itu.

Gelombang laut setinggi tiga meter juga dilaporkan menerjang pesisir timur Filipina. PAGASA memperingatkan bahwa gelombang tersebut berpotensi “mengancam jiwa dan merusak” fasilitas di sekitar garis pantai. Sejumlah dermaga dan perahu nelayan dilaporkan hancur diterjang gelombang tinggi.

Pemerintah daerah di Cebu dan Mindanao telah menetapkan status darurat bencana, sementara tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi warga dari daerah yang terisolasi. Badan penanggulangan bencana nasional menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah pencarian korban hilang serta penyediaan bantuan logistik bagi pengungsi.

Topan Kalmaegi menjadi salah satu badai paling mematikan yang melanda Filipina sepanjang tahun ini. Negara tersebut kerap dilanda topan setiap tahunnya karena posisinya yang berada di jalur sabuk badai Pasifik. Otoritas setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi topan susulan dalam beberapa minggu ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.