Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPPU Perlu Diperkuat untuk Tindak Praktik Persaingan Dagang yang Tak Sehat

📅 Sabtu, 07 Jan 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
KPPU Perlu Diperkuat untuk Tindak Praktik Persaingan Dagang yang Tak Sehat Doc: ISTIMEWA
Ket. FELISIANUS NOVANDRI RAHMAT Pengamat Antikorupsi - Penguatan kewenangan KPPU juga sangat penting untuk memberantas maraknya mafia di sektor pangan yang mengambil keuntungan dari kebijakan impor pangan.

JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai kewenangan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) perlu diperkuat dengan kewenangan penegakan hukum agar setara dengan penegakan hukum lain seperti Komisi Pemberan tasan Korupsi (KPK).

"Penguatan KPPU dengan kewenangan penegakan hukum seperti penyadapan perlu dilakukan agar dapat segera mengumpulkan dua alat bukti, sehingga proses penanganan perkara bisa berlangsung lebih cepat," kata Ekonom Senior Indef, Didin S Damanhuri, dalam keterangan di Jakarta, Jumat (6/1).

Guru Besar bidang Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menilai penguatan KPPU merupakan salah satu solusi bagi Indonesia agar terhindar jebakan negara berpendapatan menengah atau middle-income trap.

Didin merekomendasikan agar pemerintah berani melakukan berbagai reformasi, khususnya di bidang ekonomi, untuk mengatasi permasalahan ekonomi Indonesia yang disebabkan oleh konsentrasi ekonomi pada beberapa pelaku usaha besar.

Berdasarkan data, nilai Material Power Index Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain karena aset nasional dikuasai oleh 40 orang terkaya nasional.

Selain itu juga ditegaskan bahwa dalam proses penyehatan mekanisme pasar, peran KPPU menjadi sangat sentral, seperti yang berhasil diterapkan Amerika Serikat guna mengatasi persoalan yang sama.

Penguatan kewenangan penegakan hukum KPPU sebenarnya juga didukung oleh informasi dari Handbook on Competition Policy and Law in Asean for Business yang penyusunannya difasilitasi Sekretariat Asean.

"Secara komparatif, Indonesia, khususnya KPPU, sebagai satu-satunya otoritas persaingan usaha dari 10 negara Asean yang tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penggeledahan dan/atau sita dokumen dalam proses pengumpulan bukti atas pelanggaran hukum persaingan usahanya," katanya.

Berantas Mafia

Pengamat Antikorupsi, Felisianus Novandri Rahmat, berharap agar kewenangan KPPU ini diperkuat supaya lebih cepat dan berani lagi menindak masalah monopoli, kartel, atau praktik perdagangan yang tidak sehat seperti yang selama ini terjadi.

Ia sepakat dengan yang disampaikan Indef dengan merujuk pada banyaknya kasus persaingan usaha belakangan yang merugikan konsumen dan petani, seperti kasus minyak goreng dan juga impor beras.

"Penguatan kewenangan KPPU ini juga penting untuk memberantas maraknya mafia di sektor pangan yang mengambil keuntungan dari kebijakan impor pangan," tegas Felisianus.

Dia mengatakan, di banyak negara, kewenangan KPPU ini kuat sehingga bisa menyelesaikan banyak masalah persaingan usaha. "Kalau mau mereformasi sektor pangan, dan persaingan usaha di RI, kita perlu meniru negara lain," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.