Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kerja Sama, Biden dan Kishida Akan Bertemu di Washington pada 13 Januari

📅 Jumat, 06 Jan 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kerja Sama, Biden dan Kishida Akan Bertemu di Washington pada 13 Januari Doc: ANTARA/Reuters-Eugene Hoshiko
Ket. Arsip - Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan) dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida berjalan melewati pasukan kehormatan saat upacara penyambutan bagi Biden, di wisma negara Istana Akasaka, di Tokyo, Jepang, Senin (23/5/2022).

Washington - Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan bertemu Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Washington pada 13 Januari untuk memperdalam hubungan antara kedua negara, kata kantor presiden AS, Gedung Putih.

Gedung Putih juga mengatakan bahwa Biden dan Kishida akan membahas berbagai masalah, mulai dari ancaman rudal balistik dan nuklir Korea Utara hingga upaya menjaga perdamaian di Taiwan.

Kedua pemimpin sebelumnya pernah mengadakan pembicaraan beberapa kali, termasuk saat Bidenberkunjung ke Jepang tahun lalu.

Namun, lawatanKishidabulan iniakan menjadi kunjungan pertamanya ke ibu kota AS sejak ia menjabat sebagai perdana menteri Jepang pada Oktober 2021.

Pertemuan Biden dan Kishida tersebut akan berlangsung setelah pemerintah Jepang pada Desember 2022 memutuskan untuk secara signifikan meningkatkan anggaran pertahanan dan kemampuan serangan jarak jauh.

Keputusan itu diambil Jepang sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pencegahan di tengah sikap China yang semakin agresif serta uji coba rudal Korea Utara yang terus berlanjut.

Biden akan menegaskan kembali dukungan "penuh" untuk Strategi Keamanan Nasional Jepang, yang baru-baru ini dirilis.

Strategi baru itu menandai perubahan besar dalam kebijakan keamanan negara sekutu utama AS itu di bawah Konstitusi yang beraliran cinta perdamaian pascaperang.

Biden juga akan menunjukkan dukungan untuk Presidensi G7 yang dipegang Jepang tahun ini, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre dalam pernyataan.

Dukungan, katanya, juga akan disampaikan Biden terkait masa jabatan Jepang, yang baru saja dimulai, sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Jean-Pierremenyebutkan bahwa AS dan Jepang telah bekerja sama selama setahun terakhir untuk memajukan "Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka" dan memperluas kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk teknologi yang sangat penting.

Untuk itu, kata dia, para pemimpin kedua negara "akan merayakan kekuatan aliansi AS-Jepang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akan menetapkan arah untuk kemitraan mereka di tahun mendatang."

Perang Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina serta "upaya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan" juga akan menjadi agenda pembicaraan, menurut pernyataan Gedung Putih.

Masih ada kekhawatiran bahwa Taiwan berpotensi menjadi titik panas militer di Indo-Pasifik.

Beijingmenganggap pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu sebagai provinsi pemberontak yang menunggu dipersatukan kembali dengan China daratan, jika perlu dengan kekerasan.

China dan Taiwan telah memiliki pemerintahan tersendiri sejak keduanya berpisah pada 1949 karena perang saudara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.