Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gejala Covid-19 BF.7, Subvarian Omicron Paling Pintar Bobol Antibodi

📅 Rabu, 04 Jan 2023, 10:50 WIB | Oleh:
Gejala Covid-19 BF.7, Subvarian Omicron Paling Pintar Bobol Antibodi Doc: REUTERS/Edgar Su
Ket. Ilustrasi.

Ilmuwan kembali temukan subvarian baru Covid-19, sejak infeksi pertama kali menyebar tiga tahun yang lalu. Subvarian yang dikenal sebagai BF.7 baru-baru ini diidentifikasi sebagai varian utama yang menyebar di Beijing, Tiongkok dan berkontribusi terhadap lonjakan infeksi di negara itu.

Menulis di The Conversation, tenaga pengajar biologi molekuler Universitas Westminster, Manal Mohammed menjelaskan BF.7 atau merupakan turunan dari varian omicron BA.5.

Subvarian ini disebut Mohammed memiliki kemampuan infeksi terkuat apabila dibandingkan dengan subvarian omicron lain yang menyebar di Tiongkok.

BF.7 juga dilaporkan lebih cepat menular daripada varian lain, dan berkemampuan untuk menginfeksi mereka yang pernah mengalami infeksi Covid-19 sebelumnya atau telah divaksinasi sekalipun.

Hal ini terjadi karena protein hasil mutasi BF.7 yang disebut sebagai R346T, memiliki kemampuan untuk menghindari antibodi penetral virus.

Mutasi yang juga terlihat pada varian induk BA.5 itu telah dikaitkan dengan peningkatan kapasitas virus untuk melepaskan diri dari antibodi penawar yang dihasilkan oleh vaksin atau infeksi sebelumnya.

Sebagai perbandingan, satu orang yang terinfeksi BF.7 berpotensi untuk menularkan virus ke rata-rata 10 hingga 18 orang lainnya. Potensi ini sekitar dua sampai tiga kali lebih besar dari potensi infeksi subvarian omicron lainnya, dengan rata-rata 5 orang.

Tingkat penularan BF.7 yang tinggi disebut Mohammed terjadi karena penyebarannya yang tanpa gejala.

Pemerintah Tiongkok bahkan dilaporkan kesulitan yang dalam mengendalikan infeksi subvarian ini.

Gejala infeksi BF.7 umumnya serupa dengan subvarian omicron lainnya, terutama gejala pernapasan bagian atas.

Mohammed menuturkan mereka yang terinfeksi BF.7 mungkin mengalami demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek dan kelelahan, di antara gejala lainnya. Sebagian kecil orang juga mengeluhkan mengalami gejala gastrointestinal seperti muntah dan diare.

Meski begitu, BF.7 dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius pada orang dengan sistem kekebalan yang lebih lemah.

Sejauh ini, BF.7 telah terdeteksi di beberapa negara lain di seluruh dunia termasuk India, AS, Inggris, dan beberapa negara Eropa seperti Belgia, Jerman, Prancis, dan Denmark.

Terlepas dari karakteristik dan lonjakan kasus di Tiongkok, subvarian BF.7 nampaknya tetap stabil di tempat lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.