Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Daya Saing UMKM agar Bisa Lebih 'Survive'

📅 Rabu, 04 Jan 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dorong Daya Saing UMKM agar Bisa Lebih 'Survive' Doc: ISTIMEWA
Ket. Usaha Mikro Kecil dan Mene­ngah (UMKM)

» Keberadaan UMKM sudah terbukti beberapa kali menjadi penyelamat perekonomian nasional.

» Perkembangan Kredit UMKM terus meningkat dan NPL tetap terjaga dengan stabil.

JAKARTA - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sudah terbukti beberapa kali menjadi penyelamat perekonomian nasional, terutama di masa krisis. Namun perhatian terhadap pembiayaan UMKM selama ini belum maksimal karena terlalu banyak persyaratan atau aturan.

"Sebenarnya, apa yang dilakukan pemerintah melalui skema pembiayaan sudah bagus, namun perlu ditingkatkan lagi terutama di 2023 yang disebut banyak ekonom bakal menjadi tahun resesi," kata Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi kepada Koran Jakarta, Selasa (3/1).

Data yang dirilis pemerintah menunjukkan, sebagian besar UMKM sudah mulai beroperasi, sudah bangkit. Namun masih ada beberapa yang perlu mendapat sentuhan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan pendanaan yang bisa menolong sektor ini untuk lebih berperan besar dalan perekonomian nasional.

"Karena itu, beberapa skema pendanaan UMKM selama Covid-19 yang cukup efektif perlu ditingkatkan dan diperkuat pemerintah, misalnya skema Kredit Usaha Rakyat (KUR)," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menegaskan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung (backbone) perekonomian nasional sehingga semua harus semangat karena Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan perkembangan UMKM di Indonesia.

"Ini saya semangat kalau melihat perkembangan karena UMKM Indonesia itu menjadi backbone perekonomian nasional meski sebelumnya sempat dihantam Covid-19," kata Moeldoko ketika berkunjung ke Pekalongan, akhir Desember lalu.

Menurut dia, pada awal kasus Covid-19, para pelaku UMKM cukup merasakan dampaknya, tetapi kini dalam perkembangannya mereka memiliki daya tahan yang sangat tinggi sehingga lebih survive.

Moeldoko mengatakan pemerintah memberikan insentif untuk koperasi dan UMKM agar bisa memberikan semangat baru untuk bangkit menghadapi situasi tersebut.

Peran UMKM sangat besar terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia dengan jumlah mencapai 99 persen dari keselurahan unit usaha. Kontribusinya terhadap Produk Domesti Bruto (PDB) sebesar 60,5 persen dan terhadap penyerapan tenaga kerja 96,9 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Berdasarkan data dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), pada 2020 terdapat sekitar 46,6 juta dari total 64 juta UMKM di Indonesia belum memiliki akses permodalan dari perbankan maupun lembaga keuangan bukan bank.

Kendala pembiayaan yang dialami UMKM tersebut menjadi landasan bagi pemerintah untuk memberikan dukungan fasilitas pembiayaan seperti KUR dan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.