Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minuman Tradisional Dukung Wisata Kesehatan

📅 Selasa, 03 Jan 2023, 19:59 WIB | Oleh:
Minuman Tradisional Dukung Wisata Kesehatan Doc: Istimewa

SURAKARTA - Indonesia kaya akan tanaman obat seperti jahe, meniran, kunyit, bawang putih, lengkuas, temulawak dan masih banyak lagi. Jenis tanaman itu diolah menjadi minuman sehat seperti jamu maupun non jamu.

Politeknik Kesehatan Surakarta adalah satu-satunya sekolah di dunia yang khusus mempelajari tentang ramuan tradisional jamu. Salah seorang lulusannya, Gus Ming Ing Setiawan, kini menjadi pakar kesehatan tradisional.

"Banyak sekali tanaman obat di Indonesia hampir puluhan ribu jenis yang bisa dikembangkan. Kalau di dunia, Indonesia terkenal dengan kopinya, mengapa jamu tidak diangkat kembali? Kalau dulu jamu sebagai obat tradisional, tetapi kami ingin mengarahkan juga bahwa jamu menjadi minuman yang lebih diterima oleh masyarakat," kata dia.

Pria berusia 50 tahun kelahiran Solo itu juga mengatakan, di Jawa Tengah sudah terdapat beberapa kedai minuman sehat atau yang kini populer disebut Kafe Jamu.

"Memang kita harus memberi pendidikan yang kuat kepada mereka (masyarakat) bagaimana citra rasa tradisional yang seakan-akan kuno, menjadi kekinian. Nah kita menghadirkan masa lalu ke masa sekarang. Jadi kami tampilkan nuansa yang menarik, ada tradisi, sejarah, pendidikan dan pengalaman yang bisa menarik untuk ditampilkan di kota Solo, sehingga menjadi magnet di kemudian hari untuk pariwisata," imbuh dia.

Seiring dengan citra rasa tradisional yang dijadikan kekinian tadi, maka salah seorang pengelola gerai minuman sehat "Djampi Jawi", Tedjo Widodo menyediakan menu berbagai minuman dengan nama-nama unik, seperti "slimdeal" untuk melangsingkan tubuh dan "pancasona" untuk menambah imunitas. Arti nama kedai itu, djampi berarti ramuan dan Jawi artinya Jawa.

"Resep yang sudah kami buat, terkait dengan berbagai masalah kesehatan pada umumnya. Misalnya ada 'Gagah prakoso' ramuan yang kami buat khusus untuk meningkatkan vitalitas pria. Selain itu adapula ramuan untuk menurunkan tekanan darah, disebut 'Andating' atau anti darah tinggi," ujar dia.

Menurut Tedjo, ramuan minuman sehat sudah sepantasnya dilestarikan, karena disamping menyehatkan, juga merupakan warisan budaya nenek moyang.

"Pemerintah Indonesia sudah menentukan bahwa ada tiga kota sebagai tujuan wisata kesehatan yaitu Yogyakarta, Solo dan Bali. Maka salah satu dukungan nyata kami adalah menyukseskan program pemerintah ini adalah dengan membuka kafe jamu 'Djampi Jawi' untuk menunjukkan bahwa jamu itu tidak hanya identik dengan orang-orang yang berada dipinggiran, tetapi kami mencoba jamu ini naik kelas. Nantinya masyarakat akan mengenal jamu sebagai warisan leluhur Nusantara yang terus kita kembangkan," kata dia.

Upaya memasyarakatkan jamu kepada generasi muda antara lain dilakukan melalui nama-nama yang kekinian, seperti diungkapkan Stefani Selina yang menangani riset dan pengembangan di gerai minuman sehat itu.

"Yang pertama tentang nama-nama kreatif di dalam menu, kami tujukan untuk usia anak-anak sampai pemuda generasi Z dan milenial. Jenis minuman yang kami tawarkan adalah minuman bunga telang yang berkhasiat untuk penenang, meningkatkan daya ingat dan bagus untuk mata," ucap dia.

Agar minuman sehat dapat mendukung wisata kesehatan yang digencarkan pemerintah, maka menurut Stefani perlu dibuka sarana kuliner semacam Djampi Jawi.

"Kedua kami menargetkan para pendatang dari luar kota yang ingin mencoba makanan dan minuman tradisional, apalagi ada jamu tour dan jamu experience yang berisi program tentang fungsi dan cara mengolah jamu," papar dia.

Selain di Jawa Tengah, kedai minuman sehat semacam itu juga mulai dibuka di luar Jawa, di antaranya di Balikpapan. VoA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.