Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua KPK Ajak untuk Jadikan Korupsi sebagai Musuh Bersama

📅 Jumat, 09 Des 2022, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketua KPK Ajak untuk Jadikan Korupsi sebagai Musuh Bersama Doc: antarafoto
Ket. Ketua KPK Firli Bahuri

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 harus dijadikan sebagai momentum bahwa korupsi adalah musuh bersama.

"Pemberantasan korupsi merupakan gerakan bersama kolaborasi sinergi sesama anak bangsa. Kita jadikan korupsi sebagai musuh kita bersama, common enemy," kata Firli dalam sambutannya pada puncak peringatan Hakordia 2022 di Jakarta, Jumat (9/12).

Dengan tema yang diusung dalam peringatan Hakordia 2022 yakni "Indonesia Pulih, Bersatu Berantas Korupsi", dia optimistis Indonesia mampu segera keluar juga dari krisis kesehatan, selain krisis korupsi.

"Kalimat 'Indonesia pulih' dimaknai karena kita sangat sadar, baru saja kita melewati salah satu tantangan dan krisis yang kita hadapi, yaitu krisis kesehatan. Atas kerja keras Pemerintah Indonesia di bawah armada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, kita mampu keluar dari krisis kesehatan," jelasnya.

Selanjutnya, kata "Bersatu" dalam tema tersebut bermakna kolaborasi yang melibatkan partisipasi seluruh pihak; sementara kata "Berantas" bermakna semangat, daya juang, kebangkitan, serta tidak permisif terhadap korupsi.

Selain itu, tambahnya, tema Hakordia 2022 juga seirama dengan tema G20 Indonesia 2022, "Recover Together, Recover Stronger", serta tema HUT ke-77 Republik Indonesia, "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat".

Dalam kesempatan itu, Firli juga mengingatkan bahwa persoalan korupsi dapat membuat negara gagal mewujudkan tujuan bernegara.

"Namun demikian, kita juga harus mencatat tujuan negara tadi sulit dicapai, bahkan tidak mungkin kita capai apabila persoalan-persoalan bangsa kita tidak selesaikan. Persoalan bangsa kita yang mendasar adalah korupsi karena itu banyak negara gagal mewujudkan tujuannya karena korupsi," tambahnya.

Dia juga mengingatkan bahwa korupsi bukan sekadar kejahatan yang merugikan keuangan negara dan perekonomian negara.

"Tetapi lebih dari itu, korupsi juga merampas hak-hak rakyat, merampas hak-hak kita semua; karenanya korupsi bisa menggagalkan suatu negara dalam mewujudkan tujuan negaranya," ujar Firli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Misi Rahasia di Biak: AS Lacak Prajurit yang yang Hilang

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Misi Rahasia di Biak: AS La...
Luar Negeri
Wabah Penyakit, AS Catat 10...

Pengunjuk Rasa Diimbau Tak Anarkistis

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
Pengunjuk Rasa Diimbau Tak ...
Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.