Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Belum Siap Hadapi Tiga Tantangan pada 2023

📅 Senin, 17 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Belum Siap Hadapi Tiga Tantangan pada 2023 Doc: ISTIMEWA
Ket. MUNAWAR ISMAIL Pengamat Ekonomi Universitas Brawijaya - Kebijakan hawkish suku bunga The Fed akan mendorong pemindahan modal ke AS. Kalau ini berlangsung terus-menerus, rupiah akan terdampak.

» Kenaikan suku bunga membuat negara yang punya utang besar bisa hadapi ancaman lebih dalam.

» Kebergantungan pada impor pangan harus dihentikan dan disubstitusi ke pangan lokal.

JAKARTA - Pernyataan pemerintah dalam berbagai kesempatan yang mengingatkan akan perlunya kewaspadaan menghadapi tahun 2023 mendatang menjadi sinyal kalau Indonesia juga belum siap menghadapi tiga tantangan ekonomi global. Ketiga tantangan tersebut yakni kenaikan harga pangan, beban utang negara, dan beban karena kenaikan suku bunga terutama bank-bank sentral global.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa lebih, kalau tidak menemukan formula yang tepat menghadapi tiga tantangan tersebut maka bukan tidak mungkin bisa membawa Indonesia kembali menjadi negara miskin.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Brawijaya, Malang, Munawar Ismail, mengingatkan bahwa kenaikan harga pangan, kenaikan suku bunga negara-negara dan utang yang besar dapat menjadi beban menghadapi ancaman krisis yang lebih dalam.

"Fundamental ekonomi kita sensitif dengan kondisi global. Kebijakan hawkish suku bunga The Fed akan mendorong pemindahan modal ke AS. Kalau ini berlangsung terus-menerus, rupiah akan terdampak sehingga anggaran kita akan semakin tertekan karena utang yang kita tarik menggunakan dollar," kata Munawar.

Selain itu, utang yang ditarik selama ini belum sepenuhnya dibelanjakan untuk kegiatan produktif, karena sebagian untuk investasi seperti infrastruktur yang butuh waktu untuk dirasakan hasilnya.

Begitu juga dengan utang akan semakin berat karena kurs rupiah terus melemah. Meskipun belum ada tanda-tanda gagal bayar, pemerintah harus sangat hati-hati mengelola utang dan harus mengarahkan ke utang yang produktif.

Sementara itu, sektor pertanian belum bebas dari impor yang juga dibeli dengan valuta asing (valas). "Sementara petani harus jalan dengan cost produksi yang naik dari pupuk dan kebutuhan lainnya, membuat mereka sulit bertahan. Ini semua akan menjadi tantangan berat untuk melalui ancaman resesi ke depan," kata Munawar.

Dihubungi terpisah, Peneliti Ekonomi Indef, Nailul Huda mengatakan tahun depan memang masih sangat gelap dan belum ada gambaran bakal seperti apa ekonomi global. "Jika the Fed masih progresif menaikkan suku bunga acuan, rupiah bisa jatuh lebih dalam dari posisi sekarang," kata Nailul.

Kondisi itu sangat bergantung dari inflasi yang terjadi. Harga energi dan harga pangan yang semakin mahal maka akan semakin meningkatkan suku bunga acuan. Apalagi, dollar AS masih menjadi mata uang acuan. Bank sentral negara lain pasti meningkatkan suku bunga acuan secara agresif juga.

Kondisi tersebut memicu perlambatan ekonomi dunia dan pada akhirnya membuat ekspor-impor dan investasi turun.

Sebab itu, yang perlu dijaga adalah daya beli masyarakat harus dijaga. "Konsumsi rumah tangga harus dipertahankan ditambah 'boost' dari pemerintah dengan mengoptimalkan belanja negara," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

Kkorban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

52 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kkorban Gempa NTT Bertambah...

Mahasiswa di Malang Tewas Ditusuk Teman Asrama, Pelaku Ditangkap

52 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Mahasiswa di Malang Tewas D...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.