Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melemah Tajam
📅 Rabu, 28 Sep 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiOleh karena, perlu mitigasi risiko terjadinya krisis, terutama yang harus dipastikan adalah food security, ketahanan pangan, dan kemandirian pangan.
Selain itu, daya beli konsumen, papar Esther, harus dijaga, termasuk harga pangan agar tidak naik. Bila daya beli konsumen menurun, pertumbuhan ekonomi juga terganggu, apalagi pertumbuhan ekonomi sebagian besar didorong oleh konsumsi rumah tangga.
Misalnya, saat harga beras naik karena dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak, pemerintah juga menaikkan harga pembelian gabah yang mendorong kenaikan harga beras eceran.
"Jika harga beras naik maka dipastikan akan terjadi kenaikan inflasi karena seperti halnya bahan bakar minyak, beras pun termasuk admintered price. Harga beras naik, akan memicu kenaikan harga barang lainnya," paparnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, beras termasuk barang inelastic, meski harga beras naik, masyarakat tetap membelinya. Oleh karena itu, untuk meredam harganya, suplai beras di pasar harus cukup agar harganya tidak terus naik karena faktor suplai yang kurang.
Sementara itu, Pakar Ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, yang diminta pendapatnya, mengatakan penurunan ekonomi Tiongkok akan dirasakan di kawasan, namun Indonesia harus dapat memanfaatkan keuntungan dari proyeksi perlambatan tersebut.
"Sebetulnya yang kita harapkan dari perlambatan Tiongkok ini adalah bagaimana membuat Indonesia lebih kompetitif, efesien, dan bernilai tambah. Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan momentum ini, setidaknya dengan mengisi beberapa sektor Tiongkok yang mengalami penurunan," kata Wibisono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!