Akademisi Sarankan Jalan Tengah untuk Siasati Lonjakan Subsidi BBM
📅 Senin, 29 Agu 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSalah Sasaran
Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Muhammad Handry Imansyah, mengatakan kenaikan harga BBM harus dilakukan karena beban subsidi yang besar sekaligus mengatasi persoalan subsidi yang salah sasaran.
Sebagai negara net importir BBM maka kuota subsidi pertalite akan habis akhir September 2022 dan solar pada akhir Oktober 2022.
Menurut dia, skema subsidi pertalite dan solar yang diterapkan pemerintah selama ini, dinilainya tidak tepat. Idealnya, subsidi seharusnya menyasar langsung masyarakat yang tidak mampu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pemberian subsidi harga pada komoditas menyebabkan semua golongan masyarakat akan dapat menikmatinya," kata Handry.
Pengguna paling banyak mengonsumsi dua jenis BBM itu berdasarkan data survei sosial ekonomi nasional (Susenas) adalah golongan yang mampu dan pengusaha besar.
Seharusnya, penyesuaian harga BBM mengikuti harga pasar dunia, sedangkan untuk golongan masyarakat tidak mampu diberikan bantuan oleh pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebenarnya, jumlah kelompok sasaran masyarakat berpendapatan rendah ini relatif rendah konsumsi BBM-nya, sehingga memberikan bantuan kepada mereka melalui skema pembatasan konsumsi lebih mudah," katanya kepada Antara.
Sedangkan masyarakat lain di luar kategori itu, menurutnya, dibebaskan saja dengan harga pasar sehingga dana subsidi yang demikian besar dapat dimanfaatkan untuk program pembangunan lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!