Subsidi Jor-joran Mengalir Bukan ke Rakyat Miskin
📅 Rabu, 20 Jul 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiMaka mau tidak mau, sambung Bhima, pemerintah juga harus melakukan pengendalian terhadap penerbitan utang yang baru dan melakukan efisiensi di belanja pemerintah sebelum tekanan kurs dan tekanan suku bunga akan berakibat fatal menurunkan kredit rating atau rating utang Indonesia dan membuat Indonesia mengalami tekanan dari keluarnya modal di pasar surat utang.
Pakar Ekonomi dari Universitas Brawijaya Malang, Munawar Ismail, mengatakan utang memang banyak untuk infrastruktur dengan harapan akan terasa dampak ekonominya sebelum jatuh tempo. Namun jika dibiayai utang, bagaimana beban pembayarannya, ini dilema.
"Pemerintah harus selektif dalam belanja infrastruktur, bukan hanya yang sanggup memberikan keuntungan, tapi yang bisa cepat dirasakan manfaatnya. Kalau menambah utang, apakah kita masih aman ke depan? Jadi, ada benarnya, memang perlu ruang fiskal yang leluasa untuk antisipasi krisis global ini," pungkas Munawar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!