Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden: RI Tidak Boleh Bergantung pada Gandum dan Jagung Impor

📅 Jumat, 03 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Substitusi Impor

Pengamat pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Ramdan Hidayat, menyatakan bahwa pengembangan sorgum perlu karena bisa menjadi substitusi impor dari gandum yang terancam karena konflik di Ukraina.

Selain itu, pengembangan bahan pangan substitusi impor juga dapat menekan praktik rente yang selama ini merugikan petani.

"Kita membutuhkan alternatif pengganti gandum, bahan pangan seperti sorgum akan meringankan beban impor ke depan yang rawan dengan berbagai gangguan pada rantai pasokan," kata Ramdan.

Selain itu, jika produksinya terus ditingkatkan, dapat membantu mengurangi praktik-praktik permainan yang selama ini dilakukan oknum-oknum pada komoditas impor.

Dalam kesempatan terpisah, Dewan Pembina Institut Agroekologi Indonesia (Inagri), Ahmad Yakub, menyatakan sorgum merupakan sumber karbohidrat yang memiliki nutrisi lengkap, yakni vitamin b1, zat besi fosfor. Selain untuk konsumsi rumah tangga, sorgum juga bisa digunakan untuk industri etanol, kertas dan bubuk kayu, bahkan juga untuk pakan ternak.

"Sorgum sebenarnya bukan alternatif pangan, mindset kita harusnya sorgum adalah salah satu sumber karbohidrat untuk penduduk di wilayah-wilayah yang bentang alamnyacocok untuk tanaman ini, terutama daerah yang relatif kering seperti di wilayah-wilayah timur Indonesia, lalu Banten dan Aceh," papar Yakub.

Sementara itu, Pengajar Fakultas Kesehatan dan Pertanian Universitas Katolik St Paulus Ruteng, Yohanes Jakri, meminta pemerintah agar lebih serius menggalakkan produksi pangan lokal.

"Banyak potensi pangan lokal di daerah daerah yang apabila dikembangkan secara serius bisa menggantikan beras dan jagung," kata Yohanes.

Selain bisa menggantikan peran beras dan jagung, pangan lokal juga mengandung nutrisi sehingga bisa mendorong tumbuh kembang anak. Dengan demikian, bisa menekan angka stunting di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Kemenperin: Ekspor Mainan I...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.