Manfaat Daun Kelor: Dari 'Superfood', Obat Hingga Penangkal Ilmu Hitam
📅 Jumat, 29 Apr 2022, 09:29 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBaik Dewi dan Rasta juga sepakat bahwa dukun dan tukang sihir - aspek kepercayaan Bali yang, bahkan hari ini, tetap sangat nyata - tidak bisa makan kelor.
"Siapa pun yang terlibat dalam ilmu hitam harus menghindari pohon itu dengan segala cara," kata Dewi. "Pohon ini begitu murni sehingga sedikit saja daun kecil ini dapat membatalkan efek ilmu hitam," imbuh dia.
Meskipun berasal dari India utara, 13 spesies kelor ditemukan di seluruh dunia, dari Bangladesh sampai Burkina Faso sampai Brasil, tempat mereka digunakan sebagai obat tradisional untuk segala hal mulai dari konjungtivitis hingga gonore hingga malaria.
Pohon ini dikenal dalam bahasa Inggris sebagai "pohon stik drum" (karena bentuk polong bijinya) atau "pohon lobak" (karena rasa akarnya mirip lobak), tetapi fakta bahwa itu juga sering disebut sebagai "sahabat ibu" dan "pohon yang tak pernah mati" tampaknya menyiratkan bahwa manfaatnya tidak sepenuhnya asing bagi orang Inggris.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika ada satu kelemahan kelor, itu adalah kandungan nitrogen yang tinggi di daun. Meskipun ini menjadikan mereka pupuk yang sangat baik, daun segar dapat mudah rusak hanya dalam beberapa menit setelah dipetik, yang berarti bahwa distribusinya hanya dimungkinkan dalam bentuk kering.
Sementara tukang kebun di iklim utara baru-baru ini bereksperimen dengan menanam tanaman yang kuat ini, seringkali ia hanya tersedia dalam bentuk bubuk yang relatif mahal.
"Kami sangat beruntung mendapat akses yang mudah ke daun kelor segar di Bali," kata koki kelahiran Australia, Dom Hammond. Sebagai koki penelitian dan pengembangan di kompleks Potato Head yang ikonik di pulau itu, ia telah banyak bereksperimen dengan bahan-bahan lokal dalam membuat santapan berbasis tanaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Satu hal yang menakjubkan tentang kelor adalah bahwa ia tampaknya tidak kehilangan nutrisinya dalam proses pengeringan, sehingga bubuk kelor sama bergizi dengan daunnya. Sepertinya tanaman ini dapat menjadi solusi untuk masalah kekurangan makanan dan gizi di seluruh dunia."
Hammond berkata ia juga telah bereksperimen dengan bagian tanaman kelor yang lain, tidak hanya daun. "Setelah bunga [kelor] dikeringkan, Anda bisa menggorengnya sebagai alternatif yang lezat untuk jamur," ujar dia.
Nyatanya, orang Bali menggunakan setiap bagian dari pohon kelor. Sementara daun yang paling sering direbus untuk sup atau jamu, polong bijinya dapat ditumis atau digunakan dalam rebusan. Dikatakan bahwa akarnya beracun tetapi bagian kecil yang diseduh sebagai teh adalah obat untuk cacing usus.
Dan barangkali karena petani Bali memperhatikan bahwa pohon kelor tampaknya nyaris tak pernah dihinggapi oleh parasit dan serangga, kulit kayunya sering dicincang dan dicampur dengan beras mentah, jahe aromatik, dan air untuk membuat lulur tradisional.
"Ketika saya masih kecil, nenek saya biasa memotong kulit kelor menjadi potongan-potongan seukuran gigitan," kata Nanta kepada saya, "lalu dia akan mengunyahnya menjadi pasta dan menggosoknya ke kulit kami."
"Meskipun kami tumbuh dengan tanaman ini sebagai bagian dari makanan kami sehari-hari, saya tidak pernah menyadari itu sangat serbaguna," kata koki I Made Tantra Wijaya yang mengelola Fivelements Retreat bersama istrinya, Ni Putu Yuliastuty.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!