Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Canggih! Teknologi Biportal Endoscopic Spine Surgery, Mengobati Saraf Terjepit dengan Proses Cepat dan Minim Luka

📅 Minggu, 27 Feb 2022, 11:00 WIB | Oleh:
Canggih! Teknologi Biportal Endoscopic Spine Surgery, Mengobati Saraf Terjepit dengan Proses Cepat dan Minim Luka Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi Saraf Terjepit

Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) atau yang lebih dikenal dengan penyakit saraf kejepit bukanlah penyakit awam di Indonesia. Kini, penyakit ini bisa diatasi oleh pengobatan endoskopi tulang belakang generasi ketiga yakni Biportal Endoscopic Spine Surgery (BESS).

Nyeri tulang belakang bisa terjadi karena berbagai faktor. Adapun faktornya mulai dari kegemukan, salah posisi saat melakukan kegiatan sehari-hari, pernah jatuh dalam posisis duduk, ataupun saraf terjepit.

Metode pengobatan menggunakan teknologi BESS disebut-sebut memiliki persentase keberhasilan mencapai lebih dari 90 persen. Ini juga bisa membuat rasa nyeri akibat saraf terjepit hingga tingkat 0.

Seperti diketahui, pengobatan dengan teknologi BESS merupakan metode minimal invasif atau bukan pembedahan terbuka, minim luka, dan proses yang cepat. Nantinya, pasien yang mengidap saraf terjepit yang diatasi dengan BESS, dokter akan melepaskan jepitan saraf dan mengambil tonjolan bantalan tulang yang terjepit.

Tak hanya itu, nyatanya BESS juga mampu mengatasi berbagai masalah tulang belakang lainnya. Metode ini juga bisa menjadi pencegah lumpuh total akibat saraf terjepit, hingga atasi tulang patah akibat pengeroposan tulang.

Spesialis Bedah Saraf RSU Bunda Jakarta, Dr.dr.M. Wawan Mulyawan menjelaskan, jepitan saraf tulang belakang mampu menyebabkan berbagai aktivitas, seperti nyeri, kebas, kesemutan, gangguan fungsi buang air kecil, dan buang air besar, serta kelumpuhan jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Teknologi terbaru dalam dunia bedah saraf yakni spine endoscopy (endoskopi tulang belakang).

"Dulu operasi bedah terbuka pada tulang belakang merupakan prosedur pengobatan atau penanganan untuk membantu mengatasi beragam masalah yang mengakibatkan nyeri pada tulang belakang," kata dr Wawan, dikutip Senin (18/2).

Teknologi BESS bisa mencegah kelumpuhan akibat saraf kejepit. Namun untuk pencegahan kelumpuhan akibat saraf terjepit, pasien harus segera berkonsultasi dan mendapat penanganan dokter spesialis saraf saat timbul rasa nyeri teramat sangat seperti tertusuk benda tajam, tak tertahankan, hingga mengganggu aktivitas.

"Kalau sudah lumpuh total sampai kekuatannya 0 dan terjadi sudah tiga bulan lalu kekuatannya, itu sulit diperbaiki. Makanya jika ada timbul tanda nyeri segera datang ke dokter," ujar dr Wawan.

Dokter Wawan menambahkan, BESS juga bisa mencegah punggung bungkuk akibat patah tulang karena tulang yang keropos. Pengeroposan tulang ini bisa disebabkan usia, atau karena adanya infeksi bakteri tuberkulosis yang memakan tulang.

"Bungkuk itu ada teknologi yang kita lakukan untuk hilangkan nyerinya, yaitu melonggarkan saraf dengan BESS, bisa tegak lagi, dengan operasi yang lebih advance (canggih) yang bisa kita kerjakan," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.