Gempar! Penemuan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Diduga Jadi Tempat Perbudakan
📅 Selasa, 25 Jan 2022, 09:35 WIB | Oleh: Zulfikar Ali HusenDari dugaan Migrant Care, kerangkeng tersebut digunakan sebagai penjara bagi para pekerja sawit yang bekerja di ladang bupati tersebut.
"Kerangkeng penjara itu digunakan untuk menampung pekerja mereka setelah mereka bekerja. Dijadikan kerangkeng untuk para pekerja sawit di ladangnya," ucap Ketua Migrant Care Anis Hidayah, Senin (24/1).
Anis menjelaskan, ada dua sel kerangkeng dalam rumah Terbit yang dipakai untuk memenjarakan sekitar 40 orang pekerja.
Dari jumlah pekerja tersebut kemungkinan besar lebih banyak daripada yang saat ini telah dilaporkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, mereka dipekerjakan sedikitnya selama 10 jam setiap harinya. Usai bekerja, mereka dimasukkan ke dalam kerangkeng, sehingga tak mempunyai akses keluar.
Tidak hanya itu, seluruh pekerja bahkan diduga hanya diberikan makan dua kali sehari secara tidak layak, mengalami penyiksaan, dan tak diberi gaji.
"Mereka tentu tidak punya akses komunikasi dengan pihak luar. Mereka mengalami penyiksaan, dipukul, lebam, dan luka," kata Anis. "Selama bekerja mereka tidak pernah menerima gaji," lanjutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perlu diketahui, Migrant Care menilai bahwa situasi ini jelas bertentangan dengan hak asasi manusia, prinsip-prinsip pekerjaan layak yang berbasis HAM, dan prinsip antipenyiksaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!