Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Apartemen 'Berhantu' di Ibu Kota

📅 Senin, 27 Des 2021, 06:30 WIB | Oleh:
Fenomena Apartemen  'Berhantu' di Ibu Kota Doc: Istimewa

Apartemen "berhantu" jelas menjadi fenomena tersendiri di saat pandemi korona melanda Tanah Air, terutama di DKI Jakarta. Hal itu kontras dengan kondisi sebelum pandemi merebak. Bisnis properti di Ibu Kota begitu booming sehingga apartemen begitu menjamur.

Banyak apartemen yang banting harga sewa agar tidak kosong. Penurunan tingkat okupansi apartemen sewa atau servis di DKI Jakarta ini merupakan terendah dalam kurun lima tahun terakhir. Bahkan, karena kondisi kosong itu memaksa salah satu apartemen di Bekasi, Jawa Barat, digunakan untuk bisnis prostitusi.

Di DKI Jakarta, untuk menyiasati penurunan tingkat okupansi yang diperparah oleh pandemi korona dan imbas kebijakan PPKM Darurat, apartemen-apartemen menerapkan strategi banting harga sewa.

Salah satu apartemen yang penghuninya sedikit dan masih banyak yang kosong yakni Apartemen T Square yang berada di Pejompongan, Jakarta Pusat.

Ketika memasuki area apartemen ini masih terlihat tumpukan-tumpukan material, meski sebagian telah selesai dibangun. Selling, ruko-ruko yang ada masih kosong dan hanya berisikan tumpukan papan kayu. Hanya ada sejumlah gedung yang sudah dipergunakan untuk gerai salah satu bank.

Tenan Relations The Archies Sudirman, Dede, mengatakan gedung apertemen ini masih baru dibangun dan baru operasi pada bulan September lalu. Karena perusahaan T Square yang merupakan pengembang mengalami kebangkrutan serta diambil alih oleh The Archies Sudirman.

"Bangunan gedung apartemen baru jadi tahun 2020, dan kami baru akitf lagi pada bulan September sekitar tiga bulan ini. Karena perusahaan sebelumnya pailit," kata Dede ditemui di Apartemen T Square, Pejompongan, Jakarta Pusat, Minggu (26/12).

Menurut Dede, di masa pengambilalihan perusahaan manajemen baru aktif beroperasi kembali pada bulan September lalu. Hal ini, jelas Dede, dikarenakan ada yang harus dilengkapi.

"Karena secara operasional September kemarin, jadi kita baru tiga bulan operasional lagi, karena sebelumnya ada masalah. Ada proses-proses yang harus dilengkapi dan di bulan September di operasionalkan kembali," tuturnya.

Dikatakan Dede, dikarenakan perusahaan pengembang sebelumnya mengalami pailit jadi manajemen memutuskan tidak ada aktivitas. "Dari tahun 2020, hampir 1 tahun lebih karena sempat pailit semua pengelolaan dihentikan tidak ada aktivitas," ungkapnya.

Dede mengatakan gedung apartemen yang sudah terbangun di tower B dan D. Sedangkan tower C dan A masih tahap rencana pembangunan. "Baru terbangun pada tower B dan Tower D, dan yang belum terbangun di tower C dan Tower A," jelasnya.

Menurut Dede, sejak terbangunnya apartemen The Archies Sudirman yang dulunya T Square sudah terisi 40 unit yang berada di tower B dan D. Sebagian unit masih terlihat kosong karena pemilik apartemen memilih untik diinvestasikan.

"Total keseluruhan berjumlah 40 unit di tower B dan D, karena tidak semua sudah serah terima dan ditempati. Sebagian pemilik aprtemen membeli unit untuk diinvestasikan," ucapnya.

Kendati begitu, Dede menyebutkan untuk melayani sebagian penghuni aprtemen, The Archies Sudirman melayani kebutuhan warga yang tinggal di aprtemen tersebut. Mulai dari pelayanan serah terima unit, listrik, air, parkir, dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.