Industri Kuliner Berpotensi Terus Tumbuh
Rabu, 22 Des 2021, 09:30 WIBJAKARTA - Pemerintah optimistis industri kuliner atau makanan dan minuman (mamin) berpotensi terus bertumbuh seiring membaiknya perekonomian nasional. Dengan melihat potensi pasar yang besar tersebut, Teten mengharapkan pelaku usaha di industri tersebut bisa menangkap peluang pasar dengan terus meningkatkan daya saing produk kuliner.
"Hal itu terjadi karena industri mamin dalam negeri ditopang oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat membuka Rapat Kerja Nasional ke-6 Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) sebagaimana dalam keterangan pers, Jakarta, Selasa (21/12).
Dia mempercayai pengalaman dan produk kuliner APJI yang selama ini dijalankan memiliki kualitas dan cita rasa baik. Namun, lanjutnya, untuk mendorong daya saing produk kuliner tidak cukup dengan hanya bermodal pada cita rasa. Dalam arti, dibutuhkan sentuhan kreativitas serta keberanian untuk membangun model bisnis yang lebih terbuka.
Untuk itu, diharapkan APJI lebih berani menampilkan produk-produk unggulannya di tempat-tempat strategis. "APJI harus mulai berani tanding dengan brand luar. Ayo hadirkan brand lokal untuk kuasai market lokal, kita ingin APJI membangun model bisnis jasa boga yang bisa direplikasi di mana saja dengan dukungan suplai chain yang kuat," ungkap Menkop.
Pemerintah disebut siap memberikan dukungan mulai dari penguatan daya saing merek (brand) melalui berbagai pelatihan, pembiayaan murah hingga perluasan pasar. Saat ini, pemerintah dinyatakan telah meluncurkan kebijakan pembiayaan yang murah bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah. Kemudian juga telah membangun showcase produk UMKM di Smesco Indonesia.
Selain itu, telah diwajibkan kepada kementerian dan lembaga untuk mengalokasikan anggaran belanja sebesar 40 persen untuk membeli produk dan jasa dari UMKM. "Saya harap APJI dapat menginventarisir anggotanya yang punya potensi untuk kita scaling up. Sebab selain mendorong industri kuliner ini kita juga ingin mendorong industri bumbu yang juga sangat kaya di Indonesia," kata Menteri Teten.
Jalin Kolaborasi
Ketua Umum APJI Rahayu Setiowati mengemukakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendorong industri jasa boga kembali bangkit setelah dihantam badai pandemi Covid-19 melalui kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta pemangku kepentingan terkait demi mendorong peningkatan daya saing produk kuliner nasional.
"Kami siap, apa yang ditugaskan dan yang diperintahkan pak Menteri langsung kita lakukan action plan nggak nunggu besok. Kita akan siap untuk langsung kerja," ucap dia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sebatang Kara, Lansia Perempuan Ditemukan Meninggal dalam Rumah di Semolowaru Surabaya
-
Ternyata! Dana Alokasi buat Amil Lebih Besar Dibanding untuk Fakir dan Garim, Kok Gitu? Ini Penjelasan Baznas
-
Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Timbun Truk dan Alat Berat
-
Carlos Alcaraz Catat Kemenangan di Lapangan Keras Ke-150 pada Laga Pembuka Doha
-
Jadwal dan Lokasi Perayaan Imlek 2026 di Jakarta: Dari Monas hingga Cap Go Meh Glodok
-
SIAL Interfood 2026 Balik Lagi ke Jakarta, Jadi Pintu Masuk Produk F&B RI ke Pasar Global
-
Harus Dibongkar Tuntas Kasus 87 Kontainer CPO Ilegal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.