- Home
-
- Megapolitan
-
- 22 Sekolah Harus Direhabil...
22 Sekolah Harus Direhabilitasi Total
Kamis, 20 Agu 2026, 01:25 WIBJAKARTA â Agar tidak mengganggu proses belajar mengajar, sekolah-sekolah di Jakarta yang rusak mesti segera diperbaiki. Terkait situasi ini Gubernur Jakarta Pramono Anung memutuskan pembangunan beberapa sekolah yang rusak akan dimulai September. âBerkaitan dengan sekolah-sekolah rusak, termasuk SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, 11 dibangun mulai bulan depan,â kata Pramono di Jakarta, Rabu.
Terkait anggaran pembangunan, sebagian mengambil dana dari Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Bahkan, anggaran untuk penanganan sekolah rusak lebih besar dari usulan. Sementara itu, data Dinas Pendidikan Jakarta mencatat 22 sekolah yang telah memperoleh rekomendasi teknis untuk dilakukan rehabilitasi total.
Dari jumlah tersebut, sebanyak tujuh sekolah telah mendapat alokasi pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta 2026-2027. Sedangkan empat sekolah dengan kondisi paling kritis akan dipercepat penanganannya pada tahun ini. Percepatan penanganan dilakukan untuk memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik, Juga untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak.
Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran untuk menangani empat sekolah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 249 miliar. Anggaran itu mencakup pekerjaan konstruksi, jasa konsultansi konstruksi, serta jasa sewa angkut dan gudang. Pendanaan akan dioptimalkan melalui APBD Perubahan serta sumber non-APBD, seperti kewajiban kompensasi atas pelampauan nilai KLB, RSM/S, dan sumber lain yang sesuai dengan ketentuan.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jakarta akan membentuk Tim Inventarisasi Kondisi Kerusakan Gedung Sekolah yang melibatkan perangkat daerah terkait. Tim tersebut diberikan waktu selama satu bulan untuk memeriksa kondisi seluruh gedung sekolah di Jakarta sekaligus memverifikasi status tanah dan bangunannya.
Hasil inventarisasi akan menjadi dasar penetapan prioritas penanganan, baik melalui rehabilitasi, pembangunan kembali, pembelian lahan, relokasi, maupun langkah penyelesaian lain, sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.
Tak Ada Awan
Hal lain yang disinggung Pramono Anung terkait rekayasa cuaca. Dia mengungkapkan alasan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada musim kemarau saat ini belum dapat dilakukan karena tidak ada awan. âSampai kini, awannya tidak ada. Berkali-kali saya sudah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera modifikasi cuaca, tapi tak ada awan,â jelas Pramono. Menurutnya, rekayasa cuaca dapat dilakukan dalam kondisi terdapat awan.
Sebelumnya, dia mengatakan OMC dapat dilakukan saat kemarau. Biasanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta melakukan rekayasa cuaca dengan mendorong air hujan ke laut. Kali ini sebaliknya, OMC dilakukan dengan mendorong hujan ke daratan Jakarta.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan OMC merupakan intervensi untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke dalam gumpalan awan dengan menggunakan pesawat khusus. Salah satu syarat utama penyemaian garam tersebut, yaitu terbentuknya awan konvektif.
Saat ini, BMKG mencatat fenomena El Nino 2026 telah aktif dan berpotensi mencapai level sangat kuat. Kondisi tersebut diprediksi memicu musim kemarau yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga meningkatkan risiko kekeringan serta berbagai dampak pada sektor strategis. Untuk itu, diperlukan penguatan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan secara nasional.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Presiden RI Prabowo Subianto Tinjau Teluk Jakarta Naik KRI Jelang HUT ke-80 TNI
-
Penyaluran Dana Desa di Kudus Rampung 100 Persen, Perkuat Pembangunan Desa
-
Pemerintah Kabupaten Demak Siapkan Sarana Pelayanan Pengurusan Paspor di MPP
-
Wamentan Bakal Tindak Tegas Pelaku Usaha yang Rugikan Peternak Ayam
-
Pusat Latihan Baru Jadi Harapan Masa Depan Sepak Bola AS Usai Kegagalan di Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.