Pascagempa Magnitudo 6,7, Wagub Sulteng Reny Lamadjido Turun Langsung ke Lokasi Terdampak

Rabu, 17 Jun 2026, 00:20 WIB

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny A. Lamadjido meninjau langsung lokasi dan warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub Reny melihat kondisi permukiman warga yang terdampak gempa serta berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan kebutuhan yang paling mendesak.

Ket. Foto: Rumah warga di Kabupaten Sigi mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026). — Sumber: Antara Foto

“Kehadiran kami di lapangan untuk melihat langsung kondisi masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, serta memastikan seluruh proses penanganan darurat berjalan dengan baik,” ujarnya di Sigi, Selasa.

Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan langkah penanganan di berbagai sektor untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan optimal.

Ia mengatakan pemerintah provinsi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah terus bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat, mendirikan tenda darurat, menyalurkan bantuan logistik, serta menyiapkan dapur umum bagi warga terdampak.

Selain itu, pemerintah juga memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan selama masa tanggap darurat.

Reny mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, aparat keamanan, dan berbagai instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak gempa di wilayah terdampak.

Ia menegaskan pemerintah provinsi berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat hingga proses pemulihan pascabencana.

“Kami akan terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan seluruh bantuan yang diperlukan dapat tersalurkan dengan baik,” katanya.

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,24 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.

Sementara itu, berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 19.00 WIB, seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya 312 jiwa atau 110 kepala keluarga (KK) terdampak gempa bumi.

Korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan akibat gempa tersebut.

Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah tempat ditemukannya korban jiwa merupakan wilayah dengan dampak paling signifikan. Di sana tercatat sekira 272 jiwa atau 89 KK terdampak gempa bumi, selain itu terdapat 22 warga yang mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.

Wilayah lain yang juga mengalami dampak cukup signifikan adalah Kabupaten Parigi Moutong dengan 40 jiwa terdampak atau 21 KK. Sedangkan di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka.

Pendataan yang dilakukan BNPB juga menemukan sedikitnya 67 rumah terdampak. Dari jumlah itu, 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi dengan 47 rumah terdampak, terdiri dari 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 unit rumah rusak berat.

Di wilayah ini juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, dan satu UMKM mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Poso, tercatat lima rumah terdampak dengan tiga rumah rusak ringan. Di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 15 rumah terdampak, sedangkan di Kota Palu dilaporkan terjadi keretakan di Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, dan satu tempat usaha terdampak.

  • gempa sulawesi tengah

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.