Pelajar Bogor Belajar Langsung Soal Sampah hingga Kemacetan Kota

Kamis, 20 Agu 2026, 02:01 WIB

Kota Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, mengenalkan berbagai persoalan perkotaan kepada pelajar sejak dini, mulai dari pelayanan kesehatan, pengelolaan sampah, ketertiban umum, hingga kemacetan.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Bogor, Rabu (19/8), mengatakan pemahaman mengenai persoalan perkotaan penting diberikan agar pelajar mengetahui tugas pemerintah sekaligus memahami berbagai tantangan yang dihadapi daerahnya.

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memberikan pemaparan kepada siswa kelas VI Sekolah Bogor Raya (SBR), Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/8). — Sumber: Antara

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 ada beberapa tugas pemerintahan, terutama urusan Pemkot Bogor yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat,” kata Jenal seusai memberikan pemaparan kepada siswa kelas VI Sekolah Bogor Raya (SBR).

Ia menjelaskan sejumlah urusan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, antara lain pelayanan kesehatan, pengelolaan persampahan, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta penanganan kemacetan.

Dalam sektor kesehatan, kata Jenal, pemerintah memberikan pelayanan dan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan serta menyediakan fasilitas kesehatan yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor.

Sementara dalam pengelolaan sampah, Jenal mengenalkan berbagai upaya Pemkot Bogor kepada para pelajar, termasuk rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Ia juga mengajak siswa berkontribusi mulai dari lingkungan terdekat dengan membiasakan diri tidak membuang sampah sembarangan serta mengingatkan anggota keluarga untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Jenal kemudian menjelaskan peran pemerintah dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Salah satunya melalui penertiban aktivitas yang melanggar aturan serta pengawasan terhadap penggunaan fasilitas umum.

Menurut dia, berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menggunakan ruang serta fasilitas publik.

Selain itu, Jenal memperkenalkan persoalan kemacetan dan upaya pemerintah membenahi sistem transportasi perkotaan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penertiban angkutan kota (angkot) yang sudah tidak laik jalan serta pengembangan layanan angkutan massal Biskita.

“Dengan harga yang murah, Biskita menjadi alternatif angkutan massal perkotaan di Kota Bogor,” kata Jenal.

Kepala Sekolah Dasar SBR Octavianus Muljadi mengatakan pengenalan mengenai pemerintahan dan berbagai persoalan perkotaan menjadi bagian penting dalam pembelajaran siswa.

Menurut dia, siswa kelas VI juga diarahkan melakukan riset terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Kota Bogor sekaligus mencari alternatif penyelesaiannya.

“Bahkan di kelas enam ini mereka harus mencari solusi dan melakukan riset tentang permasalahan yang ada, terutama di Kota Bogor. Jadi mereka sangat fokus dan antusias,” kata Octavianus.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.