Russia dan Ukraina Saling Tukar Tawanan Perang

Kamis, 20 Agu 2026, 02:15 WIB

MOSKWA - Kementerian Pertahanan Russia pada Rabu (19/8) mengatakan bahwa Russia dan Ukraina masing-masing telah menyerahkan 103 tentara yang ditawan dalam pertukaran tawanan perang terbaru antara kedua negara yang bertikai.

“103 tentara Russia telah dipulangkan. Sebagai gantinya, 103 tawanan perang Ukraina pun  diserahkan,” kata kementerian itu di media sosial. “Para tentara Russia yang dibebaskan berada di Belarus dan akan diterbangkan ke Russia untuk rehabilitasi setelah menerima perawatan psikologis dan medis,” tulis Kementerian Pertahanan Russia, seraya menyatakan bahwa negara Teluk, Uni Emirat Arab, telah menjadi mediator dalam pertukaran tersebut.

Ket. Foto: Sejumlah tawanan perang asal Ukraina hendak ditukar dengan tawanan perang Russia di sebuah lokasi rahasia pada Rabu (19/8). Masing-masing negara menukarkan sekitar 103 tawanan perang pada kesempatan ini. — Sumber: AFP/COORDINATION HEADQUARTERS

Uni Emirat Arab diketahui telah menjadi perantara puluhan pertukaran tahanan antara Moskwa dan Kyiv sejak awal perang.

Pertukaran tawanan perang itu disambut baik oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. "Hari ini, 103 pejuang Ukraina kembali ke tanah air dari penahanan Russia," ucap Presiden Zelenskyy seraya menambahkan bahwa mereka yang dibebaskan mencakup para pejuang dari kota pelabuhan Mariupol yang hancur akibat pengepungan selama berbulan-bulan pada tahun 2022 serta pasukan yang ditawan di tujuh wilayah garis depan.

"Kami terus mengingat setiap pria dan perempuan yang masih berada dalam penahanan. Kami melakukan segala upaya untuk membawa pulang seluruh rakyat kami," imbuh Presiden Zelenskyy.

Pertukaran tawanan perang dan pemulangan jenazah tentara merupakan satu-satunya bidang kerja sama antara Russia dan Ukraina sejak Moskwa melancarkan serangannya pada Februari 2022.

Perundingan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara sejauh ini tetap terhenti, sementara jumlah korban sipil pada tahun 2026 telah meningkat ke level tertinggi sejak bulan-bulan pertama perang, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.