Investasi Tangerang Tertinggi di Banten

Kamis, 20 Agu 2026, 01:20 WIB

TANGERANG – Pencapaian nilai investasi di Kabupaten Tangerang terhitung paling tinggi untuk seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Menurut Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Banten, angka realisasi investasi pada semester I 2026 telah menembus Rp29 triliun.

“Capaian ini menjadikan Kabupaten Tangerang menduduki posisi tertinggi dibandingkan dengan kota/kabupaten lain di Provinsi Banten,” tutur Sekretaris DPMPTSP Kabupaten Tangerang, Haerudin Setiawan, Rabu. Dia mengungkapkan, capaian realisasi investasi Rp29 triliun tersebut didapat dari dua sumber utama yakni sektor Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Realisasi nilai PMA mencapai Rp10,3 triliun, sementara PMDN mencapai Rp18,74 triliun.

Ket. Foto: Ilustrasi - Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tangerang, di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. — Sumber: ANTARA/Azmi Samsul M

Menurutnya, dari kedua sektor itu ditopang nilai investasi properti atau perumahan, industri karet/plastik, perdagangan/reparasi, transportasi, gudang, dan telekomunikasi. Juga industri logam dasar, barang logam, industri barang kulit, alas kaki, kendaraan bermotor, dan jasa lainnya.

Sementara itu, untuk investornya terdiri dari lima negara Asia. Mereka adalah Tiongkok, Singapura, Jepang, Hongkong, dan Korea Selatan. Haerudin menambahkan, capaian nilai investasi ini telah mendongkrak angka statistik makro ekonomi, pembukaan lapangan pekerjaan baru hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah secara berkelanjutan.

Dari realisasi investasi ini, terdapat 40.149 lapangan kerja untuk masyarakat Kabupaten Tangerang. Kepala Bidang Penanaman Modal, pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Mudji Widodo menambahkan bahwa realisasi investasi pada semester I tersebut telah mencapai 74,4 persen dari total target sebesar Rp39,03 triliun.

“Target investasi di Kabupaten Tangerang sebesar Rp39 triliun. Saat ini sudah mencapai Rp29 triliun, atau 74,4 persen. Sehingga di semester II sisa target yang harus dikejar kurang lebih sekitar 9,9 persen lagi,” pungkasnya.

Resapan

Sementara itu, kegiatan lain Pemkab Tangerang adalah membangun sumur resapan. Kegiatan ini dilaksanakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sumur resapan untuk mengatasi persoalan krisis air bersih dan banjir.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menyampaikan bahwa program penanganan terpadu ini direncanakan mulai dieksekusi secara masif pada tahun anggaran 2027.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.