Bukan Sekadar Sampah! Langkah 'Cerdas' Pemkot Bima Sulap Botol Plastik Jadi Cuan

Kamis, 20 Agu 2026, 02:20 WIB

KOTA BIMA - Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, terus mengakselerasi pengurangan limbah melalui Gerakan Rabu Amal Sampah (RAMAH). Inovasi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir ini bertujuan membangun kebiasaan masyarakat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memilah sampah plastik bernilai ekonomi sejak dari rumah maupun lingkungan kerja.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, Syahrial Nuryadin mengatakan gerakan tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Ket. Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima Syahrial Nuryadin (tengah) mengikuti Gerakan Rabu Amal Sampah (RAMAH) dengan mengumpulkan sampah plastik di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu (20/8), sebagai upaya mendorong kebiasaan memilah sampah dan meningkatkan nilai ekonomi sampah. — Sumber: ANTARA/DLH Kota Bima

“Gerakan ini tidak sekadar mengumpulkan sampah plastik, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah,” ujarnya, Rabu.

Pada pelaksanaan RAMAH pekan ini, DLH Kota Bima berhasil mengumpulkan sekitar 15 kilogram sampah botol plastik. Sampah yang terkumpul selanjutnya dikelola melalui mekanisme pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomis.

Syahrial mengatakan pemilahan sampah perlu dilakukan sejak dari rumah maupun lingkungan kerja dengan memisahkan botol plastik dan sampah bernilai ekonomi lainnya sebelum dibawa ke tempat pengumpulan.

Menurut dia, pemanfaatan sampah bernilai ekonomi tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat penyimpanan akhir, tetapi juga membuka peluang pengelolaan sampah sebagai sumber nilai.

Gerakan RAMAH merupakan tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Bima Nomor 100.3.4/120/IV/2026 tentang Gerakan Rabu Amal Sampah Plastik yang mendorong ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bima mengumpulkan sampah plastik bernilai ekonomis setiap Rabu.

DLH Kota Bima mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, dan kelurahan meningkatkan partisipasi serta melaksanakan gerakan-gerakan tersebut secara konsisten.

Syahrial mengatakan keterlibatan berbagai perangkat daerah penting untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan bersama, bukan hanya kegiatan yang dilakukan oleh DLH.

“Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab DLH. Butuh kolaborasi seluruh perangkat daerah agar kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh menjadi budaya,” katanya.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bima memperkuat pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Pemerintah daerah sebelumnya mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, penguatan bank sampah, serta pengembangan fasilitas pengolahan sampah untuk meningkatkan pemanfaatan sampah yang bernilai ekonomi.

Data DLH Kota Bima menunjukkan Gerakan RAMAH terus berkembang. Hingga Juli 2026, program tersebut telah mengumpulkan 171,93 kilogram sampah botol plastik, yang disetorkan secara berkala ke Bank Sampah Induk Karaso Rasa.

Syahrial berharap partisipasi masyarakat dan aparatur pemerintah terus meningkat sehingga sampah plastik yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat dikelola menjadi material yang memiliki nilai ekonomi.

“Gerakan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama. Memilah sampah dari rumah dan membawa sampah plastik ke tempat pengumpulan merupakan langkah sederhana yang memberi manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Melalui Gerakan RAMAH, Pemerintah Kota Bima bertujuan mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendorong terbentuknya sistem pemanfaatan sampah yang lebih berkelanjutan dan memberikan ni lai plus bagi perekonomian.

  • gerakan ramah
  • pemkot bima
  • dlh kota bima
  • pengelolaan sampah plastik

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Jelang Muktamar NU ke-35, Gubernur Banten Minta PWNU Jaga Kekompakan, Persiapan Arena Sudah 80 Persen

Uji Coba Gratis! Bus Listrik Canggih BRT Mebidang Resmi Mengaspal, Ini Rute Lengkapnya!

AS-Korsel Persingkat Latihan Militer Gabungan

Pecah Rekor! Pertama Kali dalam Sejarah, Paripurna HUT Jabar Digelar 'Outdoor' di Gedung Sate!

Guncang Nusa Dua! Anthony Susanto Tampil Perkasa, Kebal Kekalahan di UTR PTT 2026!

IAEA Temukan Berton-Ton Material Nuklir di Suriah

Bebas Pembajakan! Seniman dan Kreator Aceh Resmi Kantongi Hak Cipta Gratis dari Kemenkum

Bukan Sekadar Sampah! Langkah 'Cerdas' Pemkot Bima Sulap Botol Plastik Jadi Cuan

Russia dan Ukraina Saling Tukar Tawanan Perang

Bikin Las Vegas Gempar! Mobil Modifikasi Anak Bangsa 'BMW Passato' Siap 'Goyang' SEMA Show 2026!

El Nino Makin Ganas Bikin Suhu Dunia Makin Panas Mendidih

Pelajar Bogor Belajar Langsung Soal Sampah hingga Kemacetan Kota

Lewat GATF 2026, Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia Bidik Transaksi Travel Nasabah

Imigrasi Banda Aceh Perkuat Sinergi Layanan Data Keimigrasian Digital

Seoul Galakkan Konsep Kota Teduh untuk Manjakan Warga

Guncang Gunung Geulis! Pegolf Maroko Cetak Rekor Spektakuler di Indonesia Pro-Am 2026!

Gubernur Dedi Mulyadi Bongkar 'Resep' Unik Tekan Kriminalitas di Jabar: Bawang Putih Jawabannya!

Ketulusan Bangladesh Tampung Pengungsi Rohingya Malah Dibalas Cap Bengali oleh Myanmar

Pertemuan Menlu China Wang Yi dan Menlu Korsel Cho Hyun: Bahas Kerjasama Ekonomi dan Semenanjung Korea

22 Sekolah Harus Direhabilitasi Total

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.