IAEA Temukan Berton-Ton Material Nuklir di Suriah

Kamis, 20 Agu 2026, 02:30 WIB

DAMASKUS – Kepala badan pengawas nuklir PBB pada Selasa (18/8) mengatakan bahwa inspektur mereka telah menemukan beberapa ton material nuklir di Suriah, di sebuah lokasi yang dilaporkan Damaskus kepada badan tersebut bulan lalu.

Para inspektur mengunjungi dua lokasi, satu di Deir Ezzor dan lokasi kedua yang terkait dengan material nuklir yang diidentifikasi oleh Suriah baru-baru ini, menurut pernyataan bersama.

Ket. Foto: Rafael Grossi — Sumber: AFP/Syrian Arab News Agency

Berbicara pada konferensi pers di Damaskus, Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), memuji keputusan berani Damaskus untuk melaporkan situs yang dirahasiakan tersebut, yang berasal dari masa pemerintahan mantan pemimpin yang digulingkan, Bashar al-Assad.

"Kita sedang membicarakan beberapa ton material nuklir yang bisa disalahgunakan," kata Grossi, seraya berjanji bahwa material tersebut akan ditempatkan di bawah pengawasan internasional.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Grossi, Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani, mengatakan bahwa pada 17 Juli lalu mereka mengirim surat resmi kepada IAEA di mana mereka dengan sukarela menyatakan keberadaan material nuklir di lokasi yang tidak diumumkan dalam warisan yang ditinggalkan oleh rezim sebelumnya.

Menlu Shaibani mengatakan bahwa penilaian teknis menunjukkan bahwa bahan-bahan tersebut tidak menimbulkan risiko, dan menambahkan bahwa bahan-bahan tersebut akan tetap berada dalam pengawasan nasional Suriah dan tunduk pada sistem pengamanan badan IAEA.

Sementara itu, Grossi mengatakan materi ini akan dipertanggungjawabkan, akan dimasukkan ke dalam sistem pengamanan internasional.

“Para ahli Suriah dan IAEA akan bekerja sama untuk menyimpan material tersebut dengan aman,” kata dia. "Kita mulai membuka lembaran baru, dan membuka lembaran baru bukan berarti melupakan masa lalu," imbuh dia.

Reaktor Rahasia

Grossi juga mengunjungi sebuah lokasi di Deir Ezzor di bagian timur, yang telah ditutup selama 18 tahun.

Pada tahun 2018, Israel mengakui telah melakukan serangan udara rahasia terhadap lokasi tersebut 11 tahun sebelumnya.

Pada tahun 2008, kurang dari setahun setelah serangan itu, para pejabat Amerika Serikat (AS) menuduh Suriah berupaya membangun reaktor nuklir rahasia dan mengakui bahwa Israel telah menghancurkannya dalam serangan tersebut.

Badan pengawas atom PBB menyatakan pada tahun 2011 bahwa lokasi di Suriah tersebut sangat mungkin merupakan reaktor nuklir dan menambahkan bahwa informasi yang diberikan kepadanya menunjukkan bahwa reaktor tersebut dibangun dengan bantuan Korea Utara (Korut).

Pierre Razoux, direktur akademik lembaga pemikir Prancis FMES Institute, mengatakan kepada AFP bahwa material nuklir yang ditemukan pada Selasa kemungkinan besar terkait dengan program nuklir Suriah, yang dihentikan pada tahun 2007 setelah serangan Israel di situs Al-Kibar di Deir Ezzor. Namun ia pun mengatakan bahwa Suriah mungkin juga memiliki material nuklir yang telah disingkirkan Irak pada awal tahun 2000-an.

Grossi mengatakan bahwa penemuan tersebut membenarkan kecurigaan IAEA yang telah lama ada bahwa Suriah secara diam-diam telah membangun reaktor dan bahwa badan tersebut berada di lokasi Deir Ezzor, tempat pekerjaan penggalian dan eksplorasi yang sangat komprehensif sedang berlangsung saat ini.

Lembaga pengawas tersebut mengatakan tahun lalu bahwa mereka telah menemukan partikel uranium di lokasi tersebut selama inspeksi pada tahun 2024.

Kunjungan Grossi terjadi setelah media Axios pekan lalu mengutip pernyataan pejabat AS dan Israel yang mengatakan bahwa Washington DC dan IAEA mencapai kesepakatan agar badan pengawas tersebut memindahkan material nuklir yang disimpan di lokasi rahasia di Suriah setelah mencapai kesepahaman dengan Suriah dan Israel.

Axios mengatakan Israel memantau secara ketat sebuah lokasi bernama "Situs 99", di mana para pejabat Israel mengatakan pemerintah Assad menyimpan material nuklir yang merupakan bagian dari proyek Deir Ezzor, juga dikenal sebagai Al-Kibar, dan bahwa Israel telah mengancam akan membomnya. AFP/I-1

  • uranium
  • syria
  • Material Nuklir

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.