- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Perpanjang Gencatan ...
Trump Perpanjang Gencatan Senjata, Iran Disebut Alami Keruntuhan Finansial
Kamis, 23 Apr 2026, 01:05 WIBTEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu lebih banyak bagi pembicaraan, sembari mengklaim kalau republik islam itu mengalami keruntuhan finansial karena blokade Selat Hormuz.
Dari Teheran sendiri tidak mengabarkan tentang gencatan senjata. Bahkan, menurut sebuah badan keamanan maritim Inggris menyebutkan sebuah kapal perang Iran bahkan menembaki kapal kontainer di lepas pantai Oman yang menyebabkan kerusakan tetapi tidak ada korban jiwa.
Di front Lebanon, di mana gencatan senjata juga berlaku dalam konflik Israel-Hizbullah, serangan Israel ke wilayah tempat kelompok militan yang didukung Iran menewaskan satu orang, seperti disebutkan media pemerintah Lebanon.
Trump mengatakan dia telah menunda berakhirnya gencatan senjata dua minggu itu setelah permintaan dari mediator Pakistan dan untuk memberi waktu kepada kepemimpinan Iran yang terpecah untuk menyusun proposal.
Gencatan senjata telah membawa sedikit kelegaan bagi wilayah yang selama berminggu-minggu dilanda perang, tetapi tanpa kesepakatan yang telah tercapai, ketidakpastian tetap ada dan hanya membawa sedikit kelegaan bagi pasar global.
Trump mengatakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut, juga mengatakan republik Islam itu âruntuh secara finansialâ karena blokade Hormuz.
âMereka ingin Selat Hormuz segera dibuka - Kelaparan akan uang! Kehilangan 500 juta dollar sehari. Militer dan polisi mengeluh bahwa mereka tidak dibayar. SOS!!!" tulisnya di media sosial.
Iran hampir menutup selat tersebut, jalur utama untuk aliran energi global, sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap republik Islam yang memicu perang Timur Tengah.
Warga di ibu kota Iran yang berbicara kepada wartawan AFP yang berbasis di Paris mengatakan kehidupan telah memburuk meskipun ada gencatan senjata. âGencatan senjata terkutuk ini telah menghancurkan kami,â kata Saghar, 39 tahun. âSaya tidak mengenal siapa pun di sekitar saya yang baik-baik saja.â
Harga minyak turun, bersamaan dengan saham, pada hari Rabu karena investor menilai peluang perundingan perdamaian AS-Iran.
Abaikan peringatan
Sementara itu, Inggris dan sekutu AS lainnya sebelumnya telah memberi tahu Washington bahwa mereka tidak akan bergabung dalam upaya militer apa pun untuk membuka kembali Selat Hormuz secara paksa.
Namun, dengan gencatan senjata yang sekarang berlaku, meskipun sementara, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan akan menjadi tuan rumah pembicaraan selama dua hari yang dipimpin Inggris-Perancis tentang jalur air tersebut yang melibatkan lebih dari 30 negara mulai hari Rabu.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas
-
PAPPSI Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Pembangunan Tabagsel
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
Potensi Terjadi Hujan Deras di Jakarta Saat Idul Fitri
-
Alarm Pangan Berbunyi! Perpres Penyelamatan Segera Diterbitkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.