Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa Unand Temukan Biji Teratai untuk Cegah Neurodegenerasi

📅 Kamis, 14 Okt 2021, 15:58 WIB | Oleh:
Mahasiswa Unand Temukan Biji Teratai untuk Cegah Neurodegenerasi Doc: ISTIMEWA
Ket. Mahasiswi tengah meneliti bunga teratai

Teratai tidak asing di telinga kita. Bunga ini merupakan tanaman air yang banyak tumbuh secara alami di perairan rawa atau sungai yang tidak begitu dalam, tapi airnya tenang. Tak hanya cantik, bunga, biji, batang, dan umbi tanaman teratai bisa dijadikan bahan pangan oleh sebagin masyarakat.

Biji teratai putih yang biasa dijadikan bahan pangan berasal dari spesies Nymphaea pubescens willd. Di Filipina dan India, biji teratai dijadikan tepung untuk pembuatan roti. Di daerah Tuban (Jawa Timur) biji teratai dijadikan dodol atau jenang yang dicampur dengan beras ketan.

Tiga mahasiswa Universitas Andalas, Dinda Fadhilah Belahusna, Cinthya Fitri Hardianti, dan Wardatul Aini berhasil mengungkap potensi biji teratai sebagai antineurodegenerasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) RE. "Biji teratai ini masih belum banyak yang meneliti khasiatnya" ujar Dinda, Kamis (14/10).

Alasan penelitian, karena semakin banyak penderita neurodegenerasi. Salah satunya Alzeimer yang diprediksi WHO pada tahun 2050 akan mencapai 131,5 juta kasus. "Obat untuk terapi Alzeimer juga tergolong mahal. Kakannya, kami mencari alternatif dengan memanfaatkan tanaman disekitar yang memiliki potensi sebagai antioksidan guna menangkal efek penyakit Alzeimer tersebut" lanjutnya.

Melalui penelitian yang dibimbing oleh Dr Putra Santoso, Dosen Biologi Unand, tim berhasil mengungkap Ekstrak Biji Teratai (EBT)dalam memperbaiki kerusakan sel saraf di Hipokampus dan Korteks Serebri pada mencit. Selanjutnya ekstrak biji teratai mampu meningkatkan kecerdasan kognitiff mencit yang mengalami degenerasi otak.

Selain itu, adanya sifat antioksidan dalam biji teratai mampu menurunkan kadar Malondialdehid di otak sebagai perkusor radikal bebas di otak. "Kandungan metabolit sekunder pada biji teratai, salah satunya Flavonoid, berpotensi sebagai antioksidan yang dapat memberi efek neuroprotektif pada otak akibat stres oksidatif yang menyebabkan penurunan daya ingat" tambah Dinda.

Berdasarkan penelitian tersebut, Dinda mengatakan bahwa ekstrak biji teratai memiliki potensi untuk memperbaiki kerusakan sel saraf di otak. Selain itu, juga meningkatkan kecerdasan memori dan menurunkan kadar MDA. Hanya, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat mengolah ekstrak biji teratai menjadi bentuk suplemen maupun food powder agar agar mudah dikonsumsi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Keajaiban di Venezuela, Tim...
Megapolitan
Padamkan Kebakaran TPA Jati...
Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.