Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Tahu, Efek Samping Vaksin Johnson and Johnson dari Penelitian WHO

📅 Kamis, 09 Sep 2021, 12:08 WIB | Oleh:
Perlu Tahu, Efek Samping Vaksin Johnson and Johnson dari Penelitian WHO Doc: istimewa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan rekomendasi sementara penggunaan vaksin dari produksi Johnson and Johnson (J&J) untuk Covid-19. Apa saja yang terasa pada tubuh ketika vaksin Johnson and Johnson disuntikan nantinya harus diketahui.

Vaksin J&J mempunyai perbedaan dengan vaksin lain karena hanya diberikan satu dosis saja. Studi yang telah menunjukkan vaksin Johnson and Johnson aman dan efektif digunakan untuk pencegahan Covid-19 pada orang berusia di atas 18 tahun.

Perlu diketahui, vaksin ini juga aman untuk orang dengan kondisi medis seperti hipertensi, penyakit paru-paru kronis, penyakit jantung signifikan, obesitas, dan diabetes.

Hasil studi juga menemukan vaksin ini tidak memiliki masalah pada orang dengan HIV. Namun, WHO merekomendasikan agar orang dengan HIV tetap diberi konseling sebelum vaksinasi. Kajian lebih lanjut dibutuhkan untuk menilai kemanjuran vaksin untuk orang dengan HIV.

Tingkat efikasi vaksin J&J mencapai 85,4 persen terhadap penyakit parah dan 93,1 persen terhadap rawat inap.

Meski demikian, vaksin Johnson and Johnson sama seperti yang lainnya memiliki efek samping. Dikutip dari CDC, efek samping vaksin J&J umumnya ringan dan dapat pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Berikut efek samping vaksin Johnson and Johnson:

  • sakit kepala
  • demam
  • menggigil
  • nyeri tempat suntikan
  • kelelahan.

Dari efek samping ini biasanya muncul dalam satu atau dua hari setelah disuntikkan vaksin.

Lainnya, efek samping yang ditemukan juga berupa pingsan sekitar 15 menit setelah pemberian vaksin. Dari 8 juta vaksin terdapat 635 kejadian pingsan atau 8 kejadian per 1 juta vaksin.

Lebih jarang terjadi, efek samping vaksin Johnson and Johnson dapat menyebabkan risiko pembekuan darah dengan trombosit rendah 3-15 hari setelah vaksin. Efek samping ini terjadi pada 7 per 1 juta vaksin.

Dalam kejadian lain, sejumlah orang juga melaporkan sindrom Guillain-Barré. Sindrom ini merupakan kelainan langka yang ditandai dengan sistem kekebalan tubuh merusak sel-sel saraf sehingga menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan.

Itu semua yang merupakan efek samping vaksin Johnson and Johnson yang harus diketahui agar tidak kaget dan menyebabkan salah langkah dalam pertolongan pertama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...

Pengadilan Tinggi Jakarta Mulai Sidangkan  Banding Nadiem

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Jakarta M...

Daerah Gencarkan Transaksi Menggunakan Sitem QRIS

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah Gencarkan Transaksi ...

Manfaatkan Potongan Harga Tiket Kereta Api

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Manfaatkan Potongan Harga T...
Daerah
Kasus TPPO, Polda Pastikan ...
Nasional
Gempa M 5,6 Guncang Barat L...
Daerah
Polres Lombok Timur Pantau ...
Ekonomi
Rupiah Masih Rentan, 5 Agus...
Olahraga
Ajax Resmi Umumkan Kedatang...
Ekonomi
PT KAI Pastikan Data Digita...
Olahraga
Pertandingan Uji Coba Pramu...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.