Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kata Jenderal Kopassus Pada Warga Papua: Jangan Takut, Saya Bertanggung Jawab Atas Keamanan Pace dan Mace

📅 Rabu, 04 Agu 2021, 13:59 WIB | Oleh:
Kata Jenderal Kopassus Pada Warga Papua: Jangan Takut, Saya Bertanggung Jawab Atas Keamanan Pace dan Mace Doc: Istimewa
Ket. Pangdam Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa saat bertemu dengan pengungsi Kampung Mayerga Distrik Moskona Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

JAKARTA - Saat bertatap muka dengan para pengungsi Kampung Mayerga, Distrik Moskona Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang juga mantan Danjen Kopassus ini menjamin keamanan warga yang ingin kembali ke kampungnya. Kata dia, TNI akan melindungi. Karena itu warga jangan takut.

"Pace Mace, jangan takut. Kita tinggal di negeri sendiri, kita punya tanah air di sini karena negara, pemerintah hadir untuk menjamin keamanan. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi di negara kita, negara Indonesia. Saya selaku Pangdam bertanggung jawab atas keamanan terhadap saudara-saudara sekalian," kata jenderal bintang dua baret merah ini seperti dikutip dari keterangan Penerangan Kodam Kasuari yang diterima Koran Jakarta, Rabu (4/8).

Hadir di acara yang sama, Gubernur dan Kapolda Provinsi Papua Barat. Dalam kesempatan itu, Mayjen Cantiasa mengungkapkan keprihatinannya atas masalah keamanan yang membuat warga di Kampung Mayerga mengungsi ke Bintuni. Namun ia menegaskan, TNI akan menjamin keselamatan pengungsi yang akan kembali ke kampungnya.

"Keselamatan adalah yang utama bagi masyarakat Indonesia, alasan tersebut yang mendasari TNI harus tampil segera untuk mengamankan masyarakat. Kita semua prihatin atas kejadian ini, apalagi saat ini kita dihadapkan pandemi Covid-19. Akibatnya masyarakat harus mengungsi hampir dua minggu dan terpencar,'' ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa kejadian di Distrik Moskona Barat menjadi bukti bahwa masih ada yang tidak sejalan dengan NKRI. Ia pun mengingatkan, Lodwick Mandacan sebagai kepala suku besar sudah mengikrarkan diri untuk bergabung dengan NKRI.

"Pengorbanan darah, air mata, tenaga, nyawa sudah habis-habisan dan sudah sepakat menjadi NKRI, hari ini kita sedang berjuang untuk anak cucu kita jangan sampai mereka tidak bisa sekolah karena kita terus terombang ambing dengan isu-isu Papua Merdeka, sudah hentikan," tegas Pangdam.

Mayjen Cantiasa juga mengatakan, bahwa dirinya selaku Pangdam, maupun Gubernur dan Kalpoda Papua Barat telah bersepakat dan berkomitmen untuk bersama-sama membangun SDM di Papua Barat. Menurut Cantiasa, mereka yang masih berteriak Papua Merdeka adalah mereka-mereka yang kalah bersaing. Tidak mau bekerja keras, dan hanya bisa merongrong negara.

"Kita tidak bisa memilih tempat untuk kita dilahirkan. Kebetulan kita lahir di Papua. Ya.. kita jadi orang Bintuni. Jangan dijadikan konflik. Perbedaan harus ditutup, kita dukung pemerintah daerah," tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mayjen Cantiasa juga menghadirkan empat orang prajurit Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) yang merupakan asli warga Teluk Bintuni. Kata dia, ini bukti, jika pemerintah sedang membangun SDM Papua.

"Lewat program Caba Otsus yang diinisiasi Gubernur, maka 1.000 prajurit Asli Orang Papua (OAP) akan kembali untuk membangun tanah Papua, Pemerintah telah memberikan banyak kesempatan, peluang untuk kita berkarya," ujarnya.

Di akhir sambutannya, orang nomor satu di Kodam Kasuari ini mengajak semua pihak untuk menyudahi masalah perbedaan. Saaatnya fokus untuk membangun Papua Barat.

"Menciptakan kedamaian itu sulit. Diperlukan kerja keras dan toleransi, silaturahmi dengan sesama. Sekarang kita tinggal menyiapkan bagaimana anak kita untuk sukses dan bekerja,"pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.