Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyelenggaraan Olimpiade Masih Memiliki Opsi Pembatalan Ditengah Lonjakan Kasus COVID-19

📅 Rabu, 21 Jul 2021, 09:39 WIB | Oleh:
Penyelenggaraan Olimpiade Masih Memiliki Opsi Pembatalan Ditengah Lonjakan Kasus COVID-19 Doc: istimewa

Olimpiade Tokyo merupakan perhelatan terbesar di dunia yang akan dijadwalkan bergulir pada 23 Juli 2021, tetapi semua itu masih dalam bayang-bayang serangan COVID-19 varian Delta. Pagelaran ini pun bisa jadi potensi batal mendadak jika jumlah kasus meningkat.

CEO Komite Penyelenggara Tokyo 2020, Toshiro Muto, menurutnya panitia penyelenggara tidak mengesampingkan opsi pembatalan yang bisa terjadi di menit-menit terkahir.

Pernyataan Toshiro Muto ini sejalan dengan merebaknya kasus infeksi COVID-19 di komplek atlet. Hingga saat ini semakin bertambah atlet yang dinyatakan positif COVID-19.

"Kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan jumlah kasus virus corona. Jadi kami akan melanjutkan diskusi jika ada lonjakan kasus," kata Muto dikutip Antara dari Reuters, Selasa (20/7/2021).

Di sisi lain, sponsor utama mereka, Toyota juga telah mengambil sikap tegas. Mereka berencana tak hadir dalam upacara pembukaan dengan mempertimbangkan citra produk di tengah situasi tak menentu Olimpiade Tokyo.

"Kami telah sepakat bahwa berdasarkan situasi virus corona, kami akan mengadakan pembicaraan lima pihak lagi," ujar Muto.

"Pada titik ini, kasus virus corona dapat naik atau turun, jadi kami akan memikirkan apa yang harus kami lakukan ketika situasi itu muncul," lanjut Muto.

Pagelaran ini sudah ditunda yang seharusnya dilaksanakan pada tahun lalu karena pandemi akhirnya diundur, dan membuat acara diadakan tanpa penonton.

Jepang bulan ini memutuskan bahwa peserta akan bersaing di tempat kosong atau tanpa penonton sehingga meminimalkan risiko kesehatan.

Penyelenggara mengatakan sejauh ini ada 67 kasus COVID-19 di Jepang untuk Olimpiade sejak 1 Juli, ketika banyak atlet dan ofisial mulai berdatangan.

Jepang, yang program vaksinasinya tertinggal dibandingkan kebanyakan negara maju lainnya, telah mencatatkan lebih dari 840.000 kasus dan 15.055 kematian.

Tokyo selaku kota tuan rumah Olimpiade mengalami lonjakan baru kasus COVID-19, dengan 1.387 kasus tercatat pada Selasa.

Penyelenggara telah berjanji untuk membuat Olimpiade tetap "aman dan terjamin." Sementara, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach beberapa bulan lalu mengatakan bahwa membatalkan acara tidak pernah menjadi opsi.

Namun, para ahli melihat celah dalam "gelembung" Olimpiade yang telah menjalankan tes COVID-19 harian dan telah membatasi pergerakan peserta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
Luar Negeri
Sejak Tahun 1900, Negara In...
Ekonomi
Menanti Sinyal The Fed - 28...
Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB

Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.