Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Sinyal The Fed - 28 Agustus 2026

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 08:50 WIB | Oleh:
Menanti Sinyal The Fed - 28 Agustus 2026 Doc: Istimewa

JAKARTA – Rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan karena perhatian pasar tertuju pada arah ke bijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Pergerakan im bal hasil obligasi AS atau yield US Treasury dan pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole akan menjadi indikator penting bagi ekspektasi suku bunga.

Jika sinyal The Fed cenderung hawkish dan yield AS kembali naik, daya tarik dolar berpotensi menguat sehing ga menekan rupiah.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi memproyeksi kan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (28/8), bergerak fuktuatif di kisaran 17.740 - 17.790 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (27/8), bergerak me lemah 19 poin atau 0,11 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.744 rupiah per dollar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengungkapkan pelemahan rupiah dipengaruhi indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE, Pengeluaran Konsumsi Pribadi) AS yang sesuai konsensus pasar.

“Secara bulanan, Indeks Harga PCE dan Indeks Harga PCE inti keduanya naik se besar 0,2 persen pada bulan Juli,” ungkapnya dalam kete rangan tertulis di Jakarta.

Laporan ini muncul setelah rilis data Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) dan In deks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) pada Juli yang relatif moderat.

Fokus pasar kemarin adalah rilis data klaim awal tunjangan penganggur an mingguan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada Jumat (28/6).

Pergerakan rupiah turut dipengaruhi potensi pembu kaan kembali Selat Hormuz seiring pembicaraan antara Iran dan Qatar, sehingga dapat mengurangi gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah.

Hal ini menyu sul pernyataan Garda Revolusi Iran bahwa kedua negara telah menyepakati pembagian akses serta pendapatan dari jalur perairan yang menghubungkan negara-negara produsen minyak utama di kawasan Teluk dengan pasar dunia tersebut.

“Iran dan Oman sedang memfinalisasi perincian kesepakatan untuk mengendalikan Selat Hormuz,” kata Ibrahim.

Kendati begitu, konflik antara Iran dengan AS ma sih belum mereda.

Para pejabat Iran juga menyatakan bahwa selat tersebut tidak akan dibuka kecuali AS me menuhi persyaratan Teheran berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada Juni lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Luar Negeri
AS Terbitkan Visa, Iran Dip...
Luar Negeri
Bumi Makin Haus, Pasokan Ai...
Olahraga
Persija Menang Lagi, Shin T...

AC Generasi Baru Hemat Energi hingga 41 Persen

29 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
AC Generasi Baru Hemat Ener...

Korut Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut Timur

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Korut Tembakkan Proyektil T...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.