Tanggul Sungai Glidik Lumajang Jebol Diterjang Lahar Semeru, Aliran Dekati Rumah Warga
Senin, 02 Nov 2026, 10:04 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
LUMAJANG – Derasnya banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali mengancam kawasan permukiman di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kali ini, derasnya aliran air bercampur material vulkanik menyebabkan tanggul Sungai Glidik di wilayah Tempursari jebol pada Senin (2/11) pagi.
Tanggul yang berada di kawasan Dusun Pasir Rejo, Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, tersebut tidak mampu menahan derasnya aliran sungai yang membawa material pasir dan bebatuan dari kawasan hulu.
'Mengabarkan pagi ini, keadaan tanggul jebol. Aliran melipir ke rumah warga," ujar seorang warga dalam video dari akun taufik.marzuqi.
Banjir lahar dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Gunung Semeru dan sekitarnya sejak Minggu sore hingga Senin pagi. Kondisi tersebut menyebabkan debit air di sejumlah sungai yang berhulu di Semeru meningkat.
Besarnya aliran lahar juga terpantau melalui instrumen pengamatan aktivitas Gunung Semeru. Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo mencapai 65 milimeter dan durasi hingga enam jam pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra, menyampaikan bahwa selain getaran banjir, aktivitas vulkanik gunung tersebut juga masih menunjukkan sejumlah kegempaan, termasuk 14 kali gempa letusan atau erupsi dalam periode pengamatan yang sama.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menghadapi potensi peningkatan debit air sungai. Bupati Lumajang Indah Amperawati meminta para penambang menghentikan sementara aktivitasnya ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Semeru.
Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar bantaran sungai juga diminta memperhatikan perubahan kondisi aliran air dan mengikuti arahan petugas.
Gunung Semeru sendiri masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. PVMBG mengingatkan masyarakat untuk menjauhi kawasan aliran sungai yang berpotensi dilalui awan panas, guguran lava, maupun banjir lahar.
Pemantauan terhadap perkembangan aliran sungai terus menjadi perhatian menyusul tingginya curah hujan di kawasan hulu Semeru yang berpotensi memicu banjir lahar susulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!