Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayahnya Pernah Berperan Menangkap Jenderal Pentolan G30S PKI, Sang Anak Jenderal Bintang Dua

📅 Selasa, 04 Mei 2021, 18:41 WIB | Oleh:
Ayahnya Pernah Berperan Menangkap Jenderal Pentolan G30S PKI, Sang Anak Jenderal Bintang Dua Doc: Istimewa
Ket. Mayjen Soedjiman dan Mayjen Toto Rinanto.

JAKARTA- Salah satu tokoh militer penting di balik kelompok G30S PKI yang menculik para jenderal pimpinan angkatan darat pada tahun 1965, salah satunya adalah Brigjen Soepardjo. Bahkan Soepardjo adalah satu-satunya perwira berpangkat jenderal di kelompok G30S PKI.

Setelah kelompok G30S PKI pimpinan Letkol Untung diberangus, Brigjen Soepardjo menjadi buronan. Ia pun diburu tentara. Pada akhirnya, setelah sekian lama sembunyi, Brigjen Soepardjo bisa ditangkap.

Nah, orang yang berperan penting dalam penangkapan Brigjen Soepardjo adalah Soedjiman. Ketika itu, Soedjiman sedang menjabat sebagai Dandim Jakarta Pusat. Lewat sebuah operasi yang dipimpinnya, Brigjen Soepardjo, jenderal pentolan G30S PKI ini bisa diringkus.

Setelah itu karir Soedjiman perlahan naik. Ia pernah menjadi Dankorma ABRI da Kepala Staf Kodam XII/Tanjungpura. Terakhir, ia menjadi Gubernur Kalimantan Barat periode 1978-1988. Soedjiman, pensiun dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal (Mayjen). Jenderal kelahiran Yogyakarta pada 1 Juli 1928 ini meninggal di Jakarta pada tanggal 2 Desember 2014.

Jejaknya sebagai tentara kemudian diteruskan oleh anak keempatnya yang bernama Toto Rinanto. Sang anak, Toto Rinanto merupakan lulusan Akmil tahun 1984.

Toto Rinanto Soedjiman demikian nama lengkapnya, lahir di Garut, Jawa Barat pada 12 Januari 1960. Sejumlah posisi penting di TNI pernah dipegangnya.

Toto Rinanto yang terakhir pensiun dengan pangkat Mayjen ini pernah menjadi Kasgartap I Jakarta. Kemudian menjadi Tenaga Pengajar Bidang Padmas. Toto juga pernah menjadiPangdam XII/Tanjungpura. Di kodam ini pula sang ayah pernah menjabat sebagai Kasdam. Jabatan terakhir yang dipegangnya sebelum pensiun adalah sebagai Staf Khussus Kasad. Pada 26 Maret 2017, Toto menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta. Ia meninggal pada umur 57 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pertamina Geothermal Energy...
Olahraga
Sabalenka Pimpin Persaingan...
Ekonomi
Menanti Arah Kebijakan The ...
Ekonomi
Tren Positif Bakal Lanjut, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.